<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290</id><updated>2012-02-16T19:51:04.971-08:00</updated><category term='Tribun'/><title type='text'>G I L A B O L A</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-6255896722126621991</id><published>2010-08-22T00:35:00.001-07:00</published><updated>2010-08-22T00:35:59.003-07:00</updated><title type='text'>Riedl Ingin Datangkan Habel Satya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;a href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/21/94723_habel-satya_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" id="att_fotoimg" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/08/21/94723_habel-satya_300_225.jpg" width="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Liga Indonesia&lt;/b&gt;-Muka baru kembali akan menghiasi pemusatan latihan tim nasional yang  kini berlangsung di Senayan, Jakarta. Itu setelah pelatih timnas, Alfred  Riedl rencananya akan memanggil pemain Persiwa Wamena, Habel Satya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusatan  latihan (TC) tahap pertama sejatinya akan diikuti oleh 26 pemain. Namun  Riedl terpaksa mencoret dua nama, yakni Boaz Solossa dan Ian Kabes  karena tak kunjung menunjukkan batang hidungnya dan sulit dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ditemui usai memimpin pasukannya latihan di lapangan Timnas, Senayan,  Riedl mengaku tak akan mencari pengganti kedua pemain itu. Namun  rencananya, dia akan memanggil Habel untuk dilihat kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami  tidak sedang mencari pengganti Boaz dan Kabes. Namun malam ini saya  akan menghubungi Habel Satya untuk memintanya datang ke Jakarta," kata  Riedl didampingi oleh asistennya Wolfgang Pikal, Sabtu, 21 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riedl  menambahkan, pemanggilan Habel merupakan rekomendasi kedua asistennya,  Pikal dan Widodo C Putro. Dia sendiri mengaku belum mengetahui permainan  pemain kelahiran 12 September 1987 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sama sekali belum  tahu kualitasnya. Habel merupakan rekomendasi asisten-asisten saya dan  saya akan mencoba melihat kemampuannya dalam latihan," kata Riedl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam  satu pekan mendatangan, kami mungkin akan mengganti satu atau dua  pemain lagi. Namun ini masih belum pasti," lanjut pelatih asal Austria  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusatan latihan tahap pertama merupakan salah satu  rangkaian persiapan timnas senior dalam menghadapi Piala AFF 2010,  Desember mendatang. TC telah digelar sejak 1 Agustus dan akan berakhir  pada 7 September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakoni latihan rutin, Nova  Arianto cs rencananya hanya akan menjalani sekali uji coba di bulan  Ramadan.&amp;nbsp; Calon lawannya juga hanya sekelas tim lokal Jakarta saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak  mungkin menggelar uji coba resmi pada saat Ramadan. Kemungkinan hanya  ada satu uji coba saja lawan tim lokal," tandas Riedl.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-6255896722126621991?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/6255896722126621991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/riedl-ingin-datangkan-habel-satya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/6255896722126621991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/6255896722126621991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/riedl-ingin-datangkan-habel-satya.html' title='Riedl Ingin Datangkan Habel Satya'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-5482110880009184114</id><published>2010-08-22T00:34:00.001-07:00</published><updated>2010-08-22T00:34:40.472-07:00</updated><title type='text'>Penunjukan Manajer Baru Persija Bermasalah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/10/09/77645_benny_dolo__kiri__dan_harianto_badjoeri_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" id="att_fotoimg" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/10/09/77645_benny_dolo__kiri__dan_harianto_badjoeri_300_225.jpg" width="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Liga Indonesia&lt;/b&gt;-Penunjukan Effendi Anas sebagai manajer baru Persija berbuntut panjang.  Manajer lama, Harjanto Badjoeri menilai Kepala Satpol PP DKI Jakarta itu  tidak sesuai aturan yang berlaku di Persija. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap  status manajemen Persija tidak jadi polemik yang berlarut-larut. Saya  tegaskan tidak ada perubahan komposisi manajemen," kata Badjoeri kepada  wartawan di Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Agustus 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya,  Ketua Umum Persija, Toni Tobias mengangkat Effendi sebagai manajer baru  Persija menggantikan. Toni meminta Effan-panggilan akrab Effendi  Anas-menggantikan peran Badjoeri melalui Surat Keputasan (SK) bernomor  177/KPT/KU/Sekr/VIII/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini menurut Badjoeri tidak  sesuai aturan. Pasalnya, yang boleh melakukan pergantian manajemen di  tubuh Macan Kemayoran hanyalah pemilik Macan Kemayoran dalam hal ini  Pemda DKI Jakarta melalui Gubernur, Fauzi Bowo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah  bertemu gubernur dan dia tidak tahu menahu tentang situasi ini.  Penandatangan surat keputusan yang dikeluarkan Toni Tobias sama sekali  tidak sesuai aturan," tegas mantan Kepala Satpol PP DKI Jakarta itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barjoeri  sendiri diangkat menjadi manajer Persija melalui SK bernomor  144.Persija.Liga.SK.XI.2006. Serah terima status manajer dari Firman  Hutajulu kepada Badjoeri dilakukan pada 27 November 2006 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  kaget karena diberhentikan oleh Toni Tobias. Organisasi Persija berbeda  dengan lainnya. Yang berhak mengganti manajemen adalah pemilik klub  dalam hal ini Pemda DKI Jakarta melalui gubernur," kata Badjoeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi  SK yang dikeluarkan Toni Tobias tidak sah. Tidak ada dasar hukum yang  melatarbelakanginya. SK penunjukan saya juga belum dicabut, Effan itu  teman saya, jadi jangan sampai Toni Tobias seenaknya mengeluarkan SK,"  tegas Badjoeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badjoeri sendiri tidak memungkiri kalau  kepemimpinannya memang belum membuahkan prestasi bagi Macan Kemayoran.  Musim lalu, Persija hanya mampu finish di urutan kelima Liga Super  Indonesia (ISL) dan kandas di babak 8 besar Piala Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat  ini saya sudah tidak sesibuk sebelumnya. Kami siap membesarkan Persija  dan mewujudkan target juara musim depan," tandasnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-5482110880009184114?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/5482110880009184114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/penunjukan-manajer-baru-persija.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5482110880009184114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5482110880009184114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/penunjukan-manajer-baru-persija.html' title='Penunjukan Manajer Baru Persija Bermasalah'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-2191412738354179055</id><published>2010-08-21T21:04:00.001-07:00</published><updated>2010-08-21T21:11:03.936-07:00</updated><title type='text'>Bersatulah Supporter Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="wp-caption alignleft" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 310px;"&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Supporter Damai Indonesia&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/neon/gambar/peace.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="462" src="http://www.supporter-indonesia.com/neon/gambar/peace.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt; – Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa adanya  supporter, persepakbolaan manapun takkan pernah bisa untuk maju.  Begitupun di Indonesia, dengan tanpa adanya dukungan dari supporter,  wajah persepakbolaan Nasional takkan menarik. Meskipun begitu, yang  terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Supporter klub-klub di Indonesia  terkesan lebih banyak menimbulkan dan membawa dampak ke arah negatif  ketimbang ke arah positifnya terhadap prestasi sepakbola Nasional.  Memang, permasalahan supporter bukanlah satu-satunya penyebab kurang  berkembangnya persepakbolaan dalam negeri. Kurangnya pembinaan terhadap  para pemain muda lokal, kepengurusan PSSI yang dinilai kurang optimal,  fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai pun serta merta  menjadi faktor penyebabnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tapi dalam tulisan ini gw hanya menekankan tentang permasalahan  supporter, karena itulah ruang lingkup gw sebagai supporter. Sepakbola  takkan pernah dapat lepas dari yang namanya supporter. Gw sebagai  pecinta sepakbola Nasional, sangatlah prihatin dengan kondisi  persepakbolaan Indonesia yang tak kunjung membaik serta mendapatkan  prestasi dalam kancah Asia maupun Internasional. Gw pun sangat sedih dan  miris melihat, mendengar dan menyaksikan permasalah supporter klub-klub  di Indonesia yang makin tahun makin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini wajah supporter klub-klub di Indonesia bak Perang Dunia,  dimana adanya Blok Barat dan Blok Timur, “Musuh Kawan adalah Lawan”.  Hhmmm… Misalnya perseteruan antara Aremania dan Bonek, The Jakmania dan  Bonek, LA Mania dan Bonek. Memang Aremania, The Jakmania dan LA Mania  dikenal akur. Adapula permusuhan antara The Jak dan Viking, The Jak dan  NJ, The Jak dan Bonek. Awalnya, perseteruan itu hanyalah melibatkan The  Jakmania dan Viking, mungkin karena Viking, Bonek dan NJ akur, apakah  harus bersekongkol untuk saling memusuhi??? Sampai kapankah situasi  seperti ini akan berakhir???&lt;br /&gt;Disini gw tak memihak kepada supporter manapun, ya meskipun gw Jakmania  yang otomatis tak suka jika ada yang melecehkan PERSIJA dan JAKMANIA.  Yang gw mau yakni bersatunya seluruh supporter Indonesia, saling  bergandeng tangan dibawah bendera Merah Putih untuk bersama–sama  memajukan persepakbolaan Tanah Air. Mungkin dengan terwujudnya persatuan  antar supporter di Indonesia akan dapat menyadarkan para pengurus PSSI  serta menjadi cambuk bagi para pemain Timnas bahwa KITA haus akan  kemenangan dan prestasi Timnas. Memanglah sangat tak mudah untuk  menyatukan tekad, butuh kesadaran dari masing-masing supporter bahwa  supporter manapun sama saja, sama-sama bernaung dibawah Sang Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak inginkah kita melihat dan menyaksikan tim kesayangan kita berlaga  diluar kandang s’lalu dengan rasa man dan nyaman? Tanpa adanya gesekan  antar supporter? Tiap insan supporter pasti mengharapkan impian itu  cepat terjadi. Sudahilah semua permusuhan antar supporter ini, kita  harus berani melangkah maju untuk mewujudkan suasana sepakbola yang  professional , terkendali serta enak ditonton. Semuanya harus dimulai  dari sekarang juga, tak ada kata terlambat untuk memulai. Tunjukkanlah  rasa nasionalisme dan patriotisme pada Timnas Merah Putih, tak ada yang  lebih penting yang harus kita bela selain Timnas. Hilangkanlah rasa ego  masing-masing, mengalah demi hari esok yang lebih baik tak ada salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Damai&lt;br /&gt;Seluruh Supporter Indonesia&lt;br /&gt;1 Hati 1 Jiwa 1 Bendera&lt;br /&gt;Merah Putih Tercinta&lt;br /&gt;-Jumroni Jakmania Cariu BogoRaya- &lt;b&gt;Jakmania.ORG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-2191412738354179055?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/2191412738354179055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/supporter-damai-indonesia-tribun-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2191412738354179055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2191412738354179055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/supporter-damai-indonesia-tribun-tak.html' title='Bersatulah Supporter Indonesia'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-8980091636242864756</id><published>2010-08-21T21:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T21:03:39.511-07:00</updated><title type='text'>Apakah Pesepak Bola Muslim Eropa berpuasa?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Bulan Ramadan kali ini jatuh hanya sekitar empat hari sebelum kompetisi  sepak bola di Eropa bergulir. Liga Inggris sudah memulai pembukaan  kompetisi dengan ajang Community Shield. Belanda, Prancis dan Jerman  sudah berjalan. Sementara Italia dan Spanyol akan segera berjalan dalam  dua pekan mendatang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5551" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5551" height="320" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/stadion.jpg" title="stadion" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Stadion&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Seperti diketahui, banyak pula pesepak bola Muslim yang merumput di  Eropa. Sebut saja di Spanyol ada Frederic Kanoute, di Italia ada  Mohammed Sissoko, Sulley Muntari, sementara di Inggris ada Nicolas  “Bilal” Anelka, Robin Van Persie, Kolo dan Yaya Toure, dan di Jerman ada  Franck Ribery. Apakah mereka menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan  di tengah-tengah kompetisi yang keras dan sangat memeras fisik dan emosi  itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Franck Ribery&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 470px;"&gt;&lt;img alt="" height="276" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/franck-ribery-001.jpg" width="460" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Frank Ribery&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Beberapa tahun ke belakang, di awal kemunculannya Ribery  digadang-gadang akan bisa seperti Zinedine Zidane. Selain juga sama-sama  berasal dari Prancis, keduanya juga Muslim. Zidane selama kariernya  dianggap sebagai pesepak bola yang berhasil mempresentasikan seorang  Muslim. Ingat insiden tandukan mautnya kepada Marco Materrazzi ketika  Prancis berduel dalam final Piala Dunia 2006 di Jerman? Konon, itu  karena Materrazzi menghina ibu dan saudara perempuan Zidane yang  merupakan Muslimah. Ketika Zidane pensiun, Ribery diharapkan bisa  meneruskan jejak Zidane.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tapi bagaimana kenyataannya? Ketika Bayern Muenchen, klubnya saat  ini, juara Bundesliga, Ribery juga ternyata ikut meminum bir perayaan  dengan rekan-rekannya. Yang terbaru yang paling hangat, Ribery dijerat  oleh kepolisian Prancis karena memakai jasa pelacur di bawah umur. Ia  banyak dicerca dan dihujat. Jadi, Ribery puasa Ramadan? Wallohu alam bi  shawwab.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Sulley Muntari dan Mohammed Sissoko&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" height="276" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/sulley-ali-muntari.jpg" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Sujud Syukur Sulley Muntari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Seri A Italia menyumbang dua pesepak bola Muslim yang cukup terkenal.  Keduanya berasal dari Afrika, namun berbeda klub. Muntari dari Ghana  merumput bersama Inter Milan, dan Sissoko di Juventus, dua klub besar  Italia yang menjadi rival berat. Musim lalu, selama Ramadan, Jose  Mourinho—pelatih Inter saat itu, dan kini ke Real Madrid—sering  mempermasalahkan penampilan Muntari yang out of form di lapangan karena  Muntari tengah melaksanakan puasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" height="212" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/sissokoreuters-isi.jpg" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Sissoko&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sedangkan Sissoko acap kali diganti oleh pelatihnya di babak kedua,  jika Juventus bertanding, dengan alas an agar ia tak batal puasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kolo Toure dan Nicolas Anelka&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" height="276" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/kolo-toure-man-city.jpg" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Kolo Toure&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Keduanya bermain di Premiere League Inggris. Toure sebagai kapten  Manchester City dan Anelka penggedor di Chelsea, juara liga musim lalu.  Toure, yang berasal dari Pantai Gading tidak pernah menyembunyikan  identitasnya sebagai seoarang Muslim. Jika Ramadan datang namun pas  musim kompetisi, semasa di Arsenal, Toure masih tetap berusaha berpuasa.  Namun ia mengakui jika tak tahan karena pertandingan menguras fisik,  Toure dengan berat hati membatalkan puasanya. “Tapi saya pasti akan  menggantinya di hari dan atau di bulan yang lain. Itu konsekuensi  sebagai seorang Muslim,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" height="288" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/anelka_1003976c.jpg" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Anelka&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sedangkan Anelka adalah seorang mualaf. Setiap kali ia membuat gol,  selebrasinya adalah mendekapkan tangannya di dadanya seperti orang yang  tengah salat. Menurutnya itu sebagai rasa syukur dia sebagai seorang  Muslim. Seperti diketahui, sebelum memeluk Islam, ia dikenal sebagai  pemain bengal, berseteru dengan sesama pemain dan terhadap pelatih,  hingga tak heran ia banyak didepak oleh klub-klub sebelumnya. Sebut saja  Arsenal, Real Madrid, dan Liverpool. Belum lagi klub-klub menengah yang  pernah dibelanya semacam Man City atau Fenerbahce. Setiap Ramadan  datang, Anelka berusaha keras untuk selalu puasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Frederic Kanoute&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 490px;"&gt;&lt;img alt="" height="276" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/kanoute41.jpg" width="480" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Frederic Kanoute&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Inilah sosok pesepak bola Muslim yang bisa dikatakan seorang Muslim  yang taat. Kanoute, asal Mali dan bermain di Sevilla—klub papan atas  Spanyol—selalu tak pernah lalai menjalankan kewajibannya sebagai seorang  Muslim. Kapanpun dan dimanapun ia bertanding, jika pas waktu salat,  maka ia akan melaksanakan salat di ruang ganti sekalipun pada jeda  pertandingan. Kemudian ia pun meminta jersey (kostum) khusus ketika  klubnya disponsori oleh sebuah rumah judi. Ia juga membeli sebuah masjid  di Sevilla, ketika masjid itu tak ada lagi yang mampu membiayainya.  Yang paling terkenal adalah dukungannya kepada Palestina. Ketika Gaza  dibom oleh Israel satu tahun yang lalu, dalam salah satu selebrasinya,  ia membuka jerseynya dan memperlihatkan kaus dalamnya yang berwarna  hitam dan berisi tulisan Palestina dalam berbagai bahasa, termasuk  bahasa Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Setiap Ramadan, seberat apapun pertandingan di Liga Spanyol, Kanoute  tak pernah membatalkan puasanya. Dan ia tetap menjadi goal-getter yang  mumpuni. (sa/berbagaisumber/eramuslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-8980091636242864756?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/8980091636242864756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/apakah-pesepak-bola-muslim-eropa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8980091636242864756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8980091636242864756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/apakah-pesepak-bola-muslim-eropa.html' title='Apakah Pesepak Bola Muslim Eropa berpuasa?'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-250310905233690266</id><published>2010-08-21T21:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T21:02:11.851-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Merah putih berkibar di mana–mana. Di gang, gapura, pergulo dan pagar  rumah sepanjang mata memandang. Demikian juga gapura, berdiri di hampir  setiap ujung gang, dengan bertuliskan; Dirgahayu RI ke 65.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5637" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5637" height="310" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/merdeka_bangsaku.jpg" title="merdeka_bangsaku" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Selamat Hari Kemerdekaan Bangsaku&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tak kalah juga dengan umbul–umbul. Banyak dan meriah. Gedung, pasar,  kantor, dan sebagainya tak mau ketinggalan, semua berhias. Seolah penuh  bumi kita ini dengan warna merah dan putih. Pemandangan rutin di bulan  ini. Riuh–rendah bisa kita rasakan, sampai–sampai para pedagang asongan  di pinggir jalan yang menjajakan bendera.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ya, sebentar lagi RI akan berpesta. Merayakan hari kemerdekaannya,  tanggal 17 Agustus. Aroma kebangsaan dan semangat nasionalisme telah  terpatri dalam sanubari setiap anak bangsa ini. Kita bisa merasakan  perayaan dan euforianya, termasuk acara panjat pinang yang selalu  menjadi andalan. Tapi itu kurang penting, sebelum kita bisa memberi  makna lain yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan pribadi kita, baik  sebagai seorang hamba maupun seorang warga. Bagaimana?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jadilah hamba yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Ini adalah  kemerdekaan yang hakiki. Hidupkanlah 1/3 malam kita untuk bercengkrama  dengan-Nya. Dan alirilah setiap desir darah kita dengan merenungkan  ciptaan-Nya. Jadilah hamba yang peduli. Cermatilah dialog Robiah dengan  pelayannya. Di musim semi yang indah, Rabi’ah al-Adawiyah menyendiri di  pertapaan. Lalu gadis pelayannya berkata, “Wahai Ibu, keluarlah dan  lihatlah karya-karya Sang Pencipta,” jawab Rabi’ah. “Lebih baik  masuklah! Dan, pandanglah Sang Pencipta itu sendiri. Merenungkan-Nya  membuatku tidak sempat lagi memandang ciptaan-Nya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ya, Rabi’ah al-Adawiyah memang telah menjauhkan kalbunya dari  duniawi. Selama 30 tahun ia shalat seolah-olah untuk terakhir kali.  Saking khawatir kalbunya terusik, dia sering berdoa, “Wahai Tuhanku,  sibukkanlah diriku semata-mata hanya dengan-Mu, sehingga tak ada sesuatu  pun akan menjauhkan diriku dari-Mu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebagai warga, jadilah seorang warga yang selalu penuh harapan.  Semangat. Selalu husnudhon. Sebab kita punya Allah, sebagai pusat  penggantung harapan. Jangan hilangkan harapan baik, ketika melihat  situasi bangsa kita yang sedang terpuruk, amburadul. Teruslah hidupkan  harapan yang baik. Mari Reach Your Maximum Potential, seperti kisah  empat lilin berikut ini.  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lilin pertama berkata, “Aku adalah damai, namun manusia tidak mampu  menjaganya. Jadi, lebih baik aku matikan diriku.” Pet! Lilin kedua mulai  berkata, “Aku adalah iman. Sayang, aku tidak berguna lagi. Manusia  tidak mau mengenalku. Tidak ada gunanya kalau aku tetap menyala.” Tiupan  angin pun mematikannya dalam sekejap. Ruangan mulai agak gelap.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lilin ketiga gantian berbicara, “Aku adalah cinta. Aku tidak lagi  mampu untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku  berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci pada mereka yang  mencintai. Membenci keluarga sendiri.” Lilin ketiga pun padam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tiba-tiba, masuk seorang bocah ke ruangan itu. Perasaan takutnya  menyergap. Dia pun menangis, takut pada gelap. Tangisan itu tak lama,  karena dihentikan oleh lilin keempat. “Jangan takut dan jangan menangis.  Selama aku masih ada dan menyala, kita akan selalu dapat menyalakan  ketiga lilin lainnya,” kata lilin keempat. Itulah lilin harapan. Dan,  bocah itu pun menyalakan ketiga lilin yang telah padam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jadi? Mengilas balik kemerdekaan kali ini, semestinya kita tidak  perlu mbudek dan mbisu menghadapi keruwetan bangsa ini. Kita masih punya  titik terang, sebagai pribadi-pribadi. Jadilah seperti bocah penyulut  lilin tersebut dan landasilah seperti Robiah al-Adawiyah. Jika setiap  individu – individu ini bersatu, tak akan ada yang bisa menggoyahkan.  Apapun bisa kita lakukan. Dan dengan lantang kita berseru sambil  meninju: Merdeka….!!! Merdeka dari keterikatan duniawi lainnya, kecuali  hanya kepada-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-250310905233690266?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/250310905233690266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/memaknai-hari-kemerdekaan-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/250310905233690266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/250310905233690266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/memaknai-hari-kemerdekaan-bangsa.html' title='Memaknai Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-65959497010735557</id><published>2010-08-21T21:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T21:01:16.014-07:00</updated><title type='text'>Aku Malu Menjadi Anak Nurdin Halid</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Surat buat ayah Nurdin Halid……..Sejujurnya aku malu mendengar sering  dihujatnya ayah diberbagai forum dan ditempat-tempat ramai. Diantara  mereka semua adalah penggemar sepakbola Indonesia, mereka jengah dengan  sikap ayah. Sekian lama ayah telah merusak tatanan sistematik sebuah  organisasi, ayah merasa semua milik ayah, tapi sendainya ayah tau itu  semua milik bangsa Indonesia bukan milik ayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5542" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 410px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5542" height="271" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/grafis_nurdin.jpg" title="grafis_nurdin" width="400" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Unjuk rasa dari rekan-rekan Supporter. Foto : cah-pasoepati.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kenapa aku sangat malu dengan semua itu, karena aku adalah anak ayah,  anak dari seorang ayah yang setiap harinya dihujat dan dicaci maki.  Mendengarnya pun aku sudah lelah dengan semua umpatan orang lain ke  ayah. Tidak ada yang sempurna didunia ini, sempurna hanya milikNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Apakah ayah diam saja ketika orang berkata ayah adalah Anjing budheg?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Apakah ayah diam saja ketika orang berkata ayah adalah setan??&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Apakah ayah diam saja ketika orang lain berkata ayah orang gak tau malu??&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aku lelah mendengarnya yah, aku jenuh, aku kecewa dengan ayah….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berkata pun aku sudah tidak sanggup, haruskah aku memasang badan  untuk membela ayah?? Sepertinya tidak mungkin. Ayah sepertinya diam  saja, ataukah komunikasi itu tidak ada lagi?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Semua orang membenci ayah, dari semua golongan, pejabat, bahkan anak  kecil yang baru tau tentang sepakbola pun tidak sungkan mencaci maki  ayah. haruskah martabat keluarga dihancurkan kembali?? aku sudah  terlampau malu dengan sikap ayah selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kasus korupsi itu. Dua kali ayah terperangkap di penjara yang sunyi,  haruskah untuk yang ketiga kalinya?? Aku tidak mau. Apa yang ayah cari  lagi?? apakah ayah tidak bosan mengumpulkan uang dari korupsi?? kasihan  rakyat…….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sekali lagi aku benci ayah, dan semua teman ayah di organisasi sepakbola Indonesia itu……&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aku benci Ayah…………….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Opini dari : Edy Apriyanto Sudiyono&lt;br /&gt;*Artikel tersebut juga di muat di &lt;a href="http://olahraga.kompasiana.com/group/bola/2010/08/09/aku-malu-menjadi-anak-nurdin-halid/" target="_blank"&gt;Kompasiana.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-65959497010735557?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/65959497010735557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/aku-malu-menjadi-anak-nurdin-halid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/65959497010735557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/65959497010735557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/aku-malu-menjadi-anak-nurdin-halid.html' title='Aku Malu Menjadi Anak Nurdin Halid'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-2921446816721164182</id><published>2010-08-07T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Kereta Api Malabar! Romantisme Aremania dan Bobotoh</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kereta Api Malabar, yang mengabadikan secara akronim kedua nama kota  yaitu Malang dan Bandung, adalah sebuah inspirasi tersendiri bagi  nawak-nawak Aremania di Bandung yang tergabung dalam Arema Parahyangan.  Sejarahnya, KA Malabar yang mulai beroperasi sejak 30 April 2010 lalu,  merupakan bekas KA Parahyangan yang berhenti beroperasi pada tanggal 27  April 2010 karena dianggap sudah tidak menguntungkan lagi.  &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;KA Malabar yang melayani jalur Malang – Bandung, merupakan rangkaian  kereta unik, dengan 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis, dan 2 gerbong  ekonomi. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung setiap pukul 15.30  WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 8.11 WIB. Dari Stasiun Malang  berangkat pukul 13.30 WIB dan tiba di Stasiun Bandung pukul 08.37 WIB.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5377" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5377" height="370" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/malabar_train.jpg" title="malabar train" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Kereta Api Malabar, penghubung transportasi Malang dan Bandung&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;KA Malabar menjadi simbol hubungan kedua kota yang mempunyai  keterikatan emosi yang cukup kuat dengan Arema Parahyangan. Malang  sebagai kota kelahiran, tempat asal, dan kampung halaman, sedangkan  Bandung adalah tempat untuk menimba ilmu, mencari rejeki, dan  melanjutkan hidup. Menempuh perjalanan darat selama 17 jam, dengan  ongkos murah, dan kenyamanan yang tidak kalah dengan transportasi lain,  membuat KA Malabar menjadi pilihan untuk mencapai Malang dari Bandung,  dan begitu pula sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menjadi Aremania di basis Bobotoh, sebuah hal unik yang menjadi salah  satu kebanggaan kami sebagai Aremania perantauan. Kami dapat hidup  berdampingan dengan Bobotoh yang seolah-olah dilahirkan memang untuk  menjadi pendukung fanatik Maung Bandung. Tak kalah fanatiknya dengan  gnaro Ngalam yang juga menjadi pembela setia Singo Edan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun dengan segala isu yang berkembang akhir-akhir ini, membuat kami  sedikit banyak merasa tidak nyaman. Ketidaktentraman tersebut menyusul  akibat kurang harmonisnya kedua suporter yang dahulunya tidak punya  sejarah pertikaian sama sekali. Sejak awal kompetisi musim 2009/2010,  dengan segala argumentasi siapa yang memulai kemelut terlebih dahulu,  tentu masing-masing pihak merasa bahwa kubunya-lah yang menjadi korban  oleh pihak satunya. Apabila hal ini terus-menerus diungkit-ungkit hanya  untuk mencari kambing hitam, maka tidak akan ada penyelesainnya, justru  kemelutlah yang semakin meruncing.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Mungkin KA Malabar belum dapat menyaingi ketenaran KA Matarmaja yang  beberapa kali menjadi sejarah sebagai sarana transportasi perjuangan  Aremania mendukung tim kebanggaan Arema Indonesia dalam laga kandang di  ibu kota dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Namun, besar harapan agar KA  Malabar dapat menghubungkan kedua suporter biru berbeda kota tersebut.  KA Malabar mampu menjadi kereta cinta penuh perdamaian untuk Aremania  dan Bobotoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berakhirnya musim kompetisi 2009/2010 ini, tak membuat dinamisasi  kedua suporter terhenti. Baik secara individu maupun kelompok, Arema  Parahyangan melakukan pendekatan-pendekatan kepada Bobotoh, pun  sebaliknya. Keberadaan Arema Parahyangan yang semakin solid di Bandung  telah diketahui oleh Bobotoh, tepatnya beberapa pentolan Viking Persib  Club. Respon mereka pun cukup hangat mengetahui bahwa di daerahnya  terdapat sekumpulan Aremania, pendukung setia Arema Indonesia. Aremania  di Bandung telah bergerak, lalu bagaimana dengan nawak-nawak di Ngalam  khususnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terlepas dari kedekatan masing-masing suporter biru dengan suporter  warna lain, sehingga hampir terlihat menjadi dua blok yang saling  berseberangan. Hendaknya kedua suporter biru ini menjadi peredam segala  kemelut, bukan semakin memperparah keadaan. Permasalahan dengan suporter  lain cukup menjadi masalah satu suporter saja. Dalam hal ini bukan  berarti kami menyetujui permusuhan antar suporter! Hanya untuk  meminimalisir gesekan dengan suporter yang sebelumnya tidak punya  sejarah permusuhan, Aremania dan Bobotoh misalnya. Kultur kedua suporter  biru yang hampir sama hendaknya menjadi pemersatu di atas segala  perbedaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Segala kesalahpahaman yang pernah terjadi ketika laga di Malang,  maupun dalam tour Jakarta (30 Mei 2010) tidak secara serta merta  dilakukan oleh masing-masing suporter. Kurangnya komunikasi dan kesan  ‘membiarkan’ gesekan-gesekan kecil di kalangan grass root ini  menyebabkan sebuah trauma yang cukup sulit dihilangkan bagi suporter.  Sehingga butuh waktu dan usaha keras untuk benar-benar menjadikan  hubungan Aremania – Bobotoh seperti sedia kala, yang guyub, rukun dan  harmonis!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Secara pribadi Arema Parahyangan cukup jengah dengan yel-yel rasis  yang terjadi pada tanggal 18 Juli 2010 saat penayangan langsung  pertandingan 8 besar Piala Indonesia antara Arema Indonesia dan Persib  Bandung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Kami  menyesalkan nyanyian yang jelas-jelas didengarkan oleh Bobotoh (dalam  hal ini Viking). Mungkin hal tersebut cukup biasa sebagai dinamisasi  suporter di lapangan, namun bagi Arema Parahyangan yang cukup ‘baik-baik  saja’ selama hidup berdampingan dengan Bobotoh, ikut merasakan  tersentil dengan yel-yel tersebut. Kami tahu, paling tidak ada  pihak-pihak yang merasa tersakiti. Sama halnya dengan kami yang juga  merasa sama tersakiti kala mendengar rasisme di Stadion Siliwangi maupun  Stadion Si Jalak Harupat. Lalu sampai kapan tindakan yang ‘terlalu  kreatif’ ini akan berlanjut?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ketika Arema Indonesia memenangkan pertandingan dalam leg pertama  tersebut, beberapa Bobotoh mengucapkan selamat kepada kami. Kami  membalasnya dengan ucapan minta maaf atas ulah nawak-nawak di stadion.  Toh, pada kenyataannya hubungan Aremania – Bobotoh di Bandung masih  dalam kondisi bersahabat. Walau ada saja yang anarkis secara verbal  terhadap kami, itu pun kami yakin bahwa yang berbuat seperti itu adalah  suporter yang tidak dewasa, dan tidak mengenal kami secara personal.  Pada intinya, kami dapat hidup berdampingan dengan Bobotoh, di Bandung,  kota mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Semoga dengan dibukanya akses Malang – Bandung secara langsung dengan  KA Malabar ini menjadi babak baru dimulainya pendewasaan suporter.  Aremania dapat berkunjung ke Bandung, begitu pula Bobotoh dapat leluasa  mengunjungi Aremania, ketika tidak sedang bertanding sekalipun!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Mohon nawak-nawak Aremania dimanapun berada dapat merespon tulisan  berdasarkan kondisi nyata ini, sebagai upaya perdamaian antar Aremania  dan Bobotoh. Jangan sampai kedua suporter ini menjadi korban propaganda  pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ingat, kita adalah suporter, bukan gangster! Jabat Erat, Kabeh Dulur!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terima Kasih untuk PT Kereta Api!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Salam Satu Jiwa!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;(marlitha_giofenni@yahoo.co.id)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;NB: Terima kasih untuk rekan-rekan Viking yang telah menerima  kedatangan ayas sebagai Aremanita secara welcome pada tanggal 17 Juli  2010, bertepatan dengan Hari Jadi Viking Persib Club ke-17.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tulisan di atas adalah tulisan rekan-rekan Aremania yang redaksi ambil dari &lt;a href="http://tribunaremania.com/" target="_blank"&gt;TRIBUNAREMANIA.COM&lt;/a&gt; bagian dari media &lt;a href="http://www.ongisnade.net/" target="_blank"&gt;ONGISNADE.NET&lt;/a&gt;, dan semoga menjadi bahan perenungan untuk kedua Supporter (Aremania dan Bobotoh)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-2921446816721164182?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/2921446816721164182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/kereta-api-malabar-romantisme-aremania.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2921446816721164182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2921446816721164182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/kereta-api-malabar-romantisme-aremania.html' title='Kereta Api Malabar! Romantisme Aremania dan Bobotoh'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-7142587826185448442</id><published>2010-08-01T02:54:00.001-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Sepak Bola Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt; – Dalam sepuluh tahun terakhir ini sepakbola Indonesia  menunjukan grafik yang menurun. Janganlah kita berbicara tingkat Asia,  tingkat Asean saja Indonesia sudah mulai keteteran dengan kemajuan yang  ditunjukan oleh sesama negara tetangga. Salah satu contohnya Indonesia  dalam Piala Tiger yang kini menjadi Piala AFF selalu mudah masuk final,  walaupun selalu kalah di partai puncak itu. Sekarang untuk lolos ke  semifinal saja Indonesia sudah terengah-engah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_5266" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-5266" height="200" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/supporter_vietnam-300x200.jpg" title="supporter vietnam" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Supporter Vietnam&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika  dulu Indonesia menjadikan Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Brunei  sebagai lumbung gol sekarang sudah tidak bisa lagi. Negara-negara itu  menunjukan grafik yang meningkat terutama dua nama terdepan. Vietnam  dengan mengejutkan banyak pihak berhasil menjuarai Piala AFF terakhir  dengan menghancurkan raksasa Asia Tenggara Thailnad. Vietnam juga  berhasil melangkah lebih jauh dari Indonesia dalam Kualifikasi Pilala  Dunia 2010. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Yang paling mengejutkan dan menusuk hati supporter Indonesia adalah  kemajuan Laos. Dalam pergelaran Sea Games terakhir Indonesia dikalahkan  oleh Loas 2 gol tanpa balas. Kenyataan yang sangat menyakitkan karena  dalam sejarah sepak bola Indonesia, Laos tidak pernah bisa mengalahkan  Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ada apa dengan sepak bola Indonesia?? Banyak faktor yang menyebabkan  sepakbola Indonesia seprti terjun payung. Banyak yang berkata “ Sepak  bola Indonesia tidak akan maju karena supporter nya suka pada rusuh”  atau “Supporter di Indonesia kampungan, kalau tim kesayangnnya kalah  pasti rusuh, wajar saja sepak bola nya tidak maju-maju.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Harus diakui supporter klub Liga Indonesia selalu berbuat rusuh yang  menjurus anarkis, tidak hanya supporter berbeda tim tapi juga supporter  dengan tim yang sama. Tak perlu disebutkan lagi kerusuhan yang  ditimbulkan oleh mereka. Semua orang sudah tahu bagaimana Viking vs The  Jakmania ataupun Aremania vs Bonek. Tidak hanya 4 kelompok terbesar itu,  kelompok lainnya pun selalu berulah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tapi perlu ditekankan KETERPURUKAN SEPAKBOLA INDONESIA BUKAN KARENA  SUPPORTERNYA YANG SUKA RUSUH. Tulisan ini bukan merupakan pembenaran  bagi kerusuhan yang selalu ditimbulkan oleh supporter di Indonesia.  Segala bentuk kerusuhan itu adalah hal negative apapun alasannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika kita berkaca kepada sepak bola Eropa, sepakbola yang sudah  sangat maju. Supporter di benua biru itu justru lebih keras dan lebih  gila. Di Eropa semua orang sudah tahu reputasi buruk Hooligan dan  Ultras. Hooligan merupakan sebutan untuk supporter Inggris dan Ultras  sebutan untuk supporter Italia. Dan kemudian nama itu diadopsi oleh  negara-negara lain di Eropa bahkan sampai ke Asia. Saya tidak akan  menjelaskan lebih jauh lagi tentang Hooligan dan Ultras.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/PyDiKzonrHs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/PyDiKzonrHs&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/c2Qe4EfFi7E&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/c2Qe4EfFi7E&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/GbLWWa1lte0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/GbLWWa1lte0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/x3htJEBE8-4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/x3htJEBE8-4&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;center style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-v_5jeb6hu0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-v_5jeb6hu0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terakhir bagi kalian yang menganggap keterpurukan sepak bola  Indonesia karena ulah supporternya, Kalian SALAH BESAR!!!!. Selama Rezim  NH berkuasa di PSSI sampai kapanpun sepakbola Indonesia tidak akan  maju. Rezim NH tidak benar-benar mencintai sepakbola mereka hanya  menjadikan PSSI sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan pribadi  dan golongannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://usabperning.blogspot.com/2010/07/dalam-sepuluh-tahun-terakhir-ini.html" target="_blank"&gt;usabperning.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-7142587826185448442?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/7142587826185448442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/sepak-bola-indonesia-dalam-10-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/7142587826185448442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/7142587826185448442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/sepak-bola-indonesia-dalam-10-tahun.html' title='Sepak Bola Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-8196789743071303620</id><published>2010-08-01T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Balistik : Salam Satu Bangsa – Merdeka!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt; – Sempat terbesit di pikiran kita (Balistik.Red) hampir setiap  Pengurus Balistik selalu mengucapkan salam yaitu dengan Salam Satu  Bangsa dengan di balas Merdeka,memang sekarang Balistik selalu di kenal  dengan Salam Satu Bangsa  mereka di karenakan ide dari orang nomor satu  dari Balistik tak lain dan tak bukan Suwanto.ST ( Ketua Umum  Balistik.Red) pada masa periode 2009-2011.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ide itu berawal dari salam antar suporter di Indonesia seperti Bonek  dengan Salam Satu Nyali..Wani dan Arema dengan Salam Satu Jiwa dan  beberapa suporter indonesia lainnya,Orang yang murah senyum ini  menjelaskan kenapa dia membuat Salam Satu Bangsa.Merdeka dikarenakan  karena penduduk Kota Balikpapan adalah Penduduk Homogen Berbagai macam  Suku dan Agama inilah yang membuat wanto terpikir salam untuk kota yang  di sering di sebut Indonesia mini adalah Salam Satu Bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5336" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5336" height="350" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/merah_putih.jpg" title="merah putih" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Sebuah ungkapan baru dari Balistik&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelum Salam Satu Bangsa Balistik sudah menciptakan salam dengan  Balistik yang di balas Never Die yang selalu di kumandangkan saat  berkumpulnya anggota Balistik ataupun saat mendukung Persiba Balikpapan  saat berlaga di Kandang maupun Tandang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Salam yang murni dari ide Ketua Umum Balistik ini di karenakan ingin  membuat Balistik menjadi wadah perkumpulan suku maupun agama manapun  yang selalu hadir menggunakan baju biru dan selalu bersorak – sorai  mendukung Persiba Balikpapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;” Saya inginkan Balistik bisa menjadi wadah kumpulnya suku maupun  agama yang mendukung Tim Kebanggan Masyarakat Balikpapan karena kita  sendiri ketahui di Balikpapan adalah Kota para Pendatang yang ingin  mencari pekerjaan di Balikpapan jadi dimana bumi dipijak disitu langit  dijunjung”ujar Ketua Umum Balistik&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Semoga saja Salam ini akan selalu ada di benak kita dan selalu  menjadi salam sehari-hari para Anggota Balistik maupun Masyarakat Umum  lainnya apabila di mengenali Anggota Balistik di manapun Berada.(rus) &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Email : balistik@journalist.com&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-8196789743071303620?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/8196789743071303620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/balistik-salam-satu-bangsa-merdeka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8196789743071303620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8196789743071303620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/08/balistik-salam-satu-bangsa-merdeka.html' title='Balistik : Salam Satu Bangsa – Merdeka!'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-1431553876120416245</id><published>2010-07-22T05:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Jika Naturalisasi Pemain, akankah Timnas terangkat?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Proyek naturalisasi pemain untuk timnas Indonesia dimulai. Skuad Merah  Putih akan memakai pemain Belanda Serginho van Dijk yang memiliki darah  Maluku sebagai prototipe.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Naturalisasi pemain sebenarnya bukan isu baru. Pro-kontra selalu  muncul saat wacana itu digulirkan. Rencana tersebut menggumpal  pasca-raparnas PSSI di Bandung, 5-6 Januari. PSSI sempat mengklaim  memiliki 20 nama. Namun, action resmi rencana itu baru dimulai Selasa  (20/7). Mereka mengenalkan Sergio, sapaan akrab Van Dijk, yang  berkeinginan membela panji Merah Putih.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_5159" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-5159" height="202" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/Serginho-Van-Dijk-300x202.jpg" title="A-League Minor Semi Final 1st Leg - Mariners v Roar" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Mampukah Serginho Van Dijk mengangkat permainan Timnas jika impian Naturalisasi terwujud?&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pemain  27 tahun yang merumput bersama klub A-League atau Liga Australia  Adelaide United itu sangat berminat menjadi anggota timnas. ’’Saya ingin  sekali membela Indonesia. Leluhur saya berasal dari Maluku yang dibawa  oleh ibu, tapi kalau ayah saya asli Belanda. Keinginan membela Indonesia  tidak didasarkan pada tendensi apa pun. Bagaimanapun, saya punya darah  Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun,saya terbelit dengan birokrasi. Setelah pensiun, saya masih  ingin kembali ke Belanda karena istri dari sana,”kata Sergio kemarin.  Regulasi naturalisasi sesuai aturan FIFA memungkinkan Sergio berganti  jerseyMerah Putih.Sebab, pergantian paspor timnas bisa dilakukan bila  pemain tersebut memiliki darah dan keinginan membela negara asal. Hukum  positif di Indonesia juga memungkinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Garis keturunan pemain berusia 27 tahun itu adalah Indonesia.Namun,  Sergio belum menetap lima tahun beruntun di Tanah Air.Problem menjadi  rumit karena Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda. FIFA  sebenarnya cukup longgar menerapkan aturan paspor timnas pemain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bila  pemain berusia kurang dari 18 tahun, berhak atas kewarganegaraan ganda. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pemain harus memilih salah satu paspor, jika sudah berusia lebih dari  18 tahun. Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan Sergio sudah punya  modal utama dengan memiliki jalur keturunan Indonesia.Namun,PSSI  menyadari ada sedikit keraguan dalam diri Sergio karena harus menjadi  warga negara Indonesia (WNI) secara permanen.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pertanyaan besar dari kita semua, akankah prestasi timnas akan  terangkat dengan adanya naturalisasi? sementara sistem pembinaan  olahraga di Indonesia masih jauh dari standar! dan bagaimana nasib  anak-anak muda asli Indonesia yang sebenarnya memiliki bakat lebih dari  pemain-pemain naturalisasi tersebut jika pembinaan benar-benar di  kembangkan dengan baik&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;(wahyu argia/hendy prima)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Referensi : Koran Sindo&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-1431553876120416245?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/1431553876120416245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/jika-naturalisasi-pemain-akankah-timnas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/1431553876120416245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/1431553876120416245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/jika-naturalisasi-pemain-akankah-timnas.html' title='Jika Naturalisasi Pemain, akankah Timnas terangkat?'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-6724059421677380096</id><published>2010-07-22T05:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Buku Putih, Kegelisahan, dan Kerinduan Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Jangan pernah menduga Iwan Fals tidak bisa bicara sepak bola. Dia bisa  seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, atau Cesc  Fabregas–seniman-seniman sepak bola Spanyol yang berani bermain  umpan-umpan pendek di jantung pertahanan lawan–jika sudah terlibat dalam  pembicaraan sepak bola. Sesekali Iwan melepas tawa dan seketika terdiam  sebelum menyampaikan pesan yang lama tersimpan di hatinya. “Pasti ada  masalah di dalam sepak bola kita,” katanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selasa lalu, saya mampir ke rumah Iwan di Desa Leuwinanggung,  Cimanggis, Jawa Barat. Bersama Erwiyantoro dan Toto Tewel (dulu gitaris  Elpamas), kami bicara sepak bola dengan topik yang berpindah-pindah.  Iwan terlihat segar–lahir di Jakarta, 3 September 1961, dengan nama  Virgiawan Listanto–karena hidupnya kini memang semakin teratur. Tidak  seperti dulu ketika kami sama-sama kuliah di Lenteng Agung. Atau tidak  lagi seperti ketika dia menjadi tamu terakhir resepsi pernikahan saya  lantaran terlambat bangun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Di sela-sela pembicaraan gegap-gempita Piala Dunia Afrika, Iwan  bertanya seputar Buku Putih Reformasi Sepak Bola Indonesia yang saya  serahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan  nonton bareng di Puri Cikeas, Senin dinihari lalu. Sekilas saya  menjelaskan isi buku setebal 200 halaman itu. Iwan sangat paham ketika  saya katakan sesungguhnya bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan  perubahan sebelum pada akhirnya dia mengatakan di dalam sepak bola kita  memang ada masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jarak antara Cikeas dan Leuwinanggung boleh dikatakan hanya  selemparan batu karena letaknya sama-sama di bibir jalan bebas hambatan  Jagorawi. Dan sungguh beruntung, dalam waktu yang berdekatan, saya bisa  menemui dua tokoh yang mau saya ajak bicara seputar sepak bola nasional.  RI-1 di Cikeas dan “Manusia Setengah Dewa” di Leuwinanggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tentu saja saya tidak dalam rangka meminta dukungan Iwan. Dia pasti  tahu kedatangan saya ke istananya yang asri itu hanya untuk melepas  rindu karena kami memang sudah lama tak bertemu. Jika ada pembicaraan  seputar sepak bola, karena dia sudah sejak lama mengamati sepak bola  nasional. Dia ngomong sepak bola di pinggir kampus. Kami menikmati  permainan anak-anak Persib Bandung atau PSMS Medan di Stadion Utama  Senayan (kini Gelora Bung Karno) di era Perserikatan. Atau pergi ke  Manado hanya untuk menyaksikan turnamen Piala Opa E.A. Mangindaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika saya mengajak dia bicara seputar sepak bola nasional karena saya  tahu dia juga menyimpan kegelisahan. Dalam obrolan yang penuh tawa dan  canda itu–Iwan menerima kami di pendopo di samping rumah induk–dia  sempat-sempatnya berangan-angan tim nasional Indonesia tampil di Afrika.  Ini merupakan bukti Iwan gelisah lantaran sepak bola kita semakin  terpuruk, dan dia sendiri mengaku tidak pernah bisa menemukan akar  persoalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Malam itu saya melihat kegelisahan Iwan. Tapi dia tidak terlihat  sedang menyesal lantaran sudah menuangkan kegelisahan itu sejak dulu  dalam lagu Mereka Ada di Jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;    Tanah lapang hanya tinggal cerita&lt;br /&gt;Yang nampak mata hanya para pembual saja&lt;br /&gt;Anak kota tak mampu beli sepatu&lt;br /&gt;Anak kota tak punya tanah lapang&lt;br /&gt;Sepak bola menjadi barang yang mahal&lt;br /&gt;Milik mereka yang punya uang saja&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-5131" height="320" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/iwan-fals.jpg" title="iwan-fals" width="240" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Iwan  tak berhenti di sini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam tur tujuh kota Keseimbangan–album ini  diluncurkan pada awal Februari lalu–Iwan masih menyanyikan lagu yang  menggambarkan anak-anak sedang bermain bola dengan telanjang kaki di  sepetak tanah kosong dalam irama reggae. “Kami bernyanyi bersama-sama,”  kata Iwan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ini merupakan bukti kepedulian Iwan terhadap sepak bola. Dia tahu  persis memanfaatkan momen Piala Dunia untuk membangun sepak bola  nasional yang sedang karut-marut sekalipun hanya lewat sebuah lagu  (dalam album ini ada satu lagu berjudul Sepak Bola). Padahal tur  Keseimbangan digelar dalam rangka kepedulian Iwan terhadap kelestarian  hutan. Dalam acara menanam pohon di setiap kota yang dia singgahi, Iwan  mengajak Yos, istri merangkap manajernya, serta dua anaknya, Anissa  Cikal Rambu Basae, 25 tahun, dan Rayya Rambu Robbani, 7 tahun. Anak Iwan  yang pertama, Galang Rambu Anarki, meninggal pada 1997.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kegelisahan Iwan juga kerinduan dia terhadap pemain-pemain nasional.  Dia rindu Yakob Sihasale, Iswadi Idris, Abdul Kadir. “Saya terkenang  dengan kecerdikan mereka jika sudah berada di lapangan,” kata Iwan.  Kerinduan yang juga tergambar dalam lagu Mereka Ada di Jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;    Rony kecil Hery kecil&lt;br /&gt;Gaya samba sodorkan bola&lt;br /&gt;Nobon kecil Juki kecil&lt;br /&gt;Jegal lawan amankan gawang&lt;br /&gt;Cipto kecil Iswadi kecil&lt;br /&gt;Tak tik tik tak terinjak paku&lt;br /&gt;Yudo kecil Paslah kecil&lt;br /&gt;Terkam bola jatuh menangis&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Obrolan sepak bola ini terpaksa kami hentikan ketika jam menunjukkan  pukul 03.00. Saya pamit dan meninggalkan Desa Leuwinanggung sekaligus  membawa kegelisahan dan kerinduan Iwan Fals, orang yang peduli kepada  sepak bola kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;——————————————————————–&lt;br /&gt;oleh Yon Moeis, wartawan Koran Tempo.&lt;br /&gt;* Feature ini tayang di Koran Tempo edisi 18 Juli 2010.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-6724059421677380096?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/6724059421677380096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/buku-putih-kegelisahan-dan-kerinduan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/6724059421677380096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/6724059421677380096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/buku-putih-kegelisahan-dan-kerinduan.html' title='Buku Putih, Kegelisahan, dan Kerinduan Iwan Fals'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-9149133406126500362</id><published>2010-07-22T05:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Anugerah dan petaka sepakbola Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Bahwa Jawa Timur mendominasi sepakbola nasional tentu bukan hal baru  lagi. Dalam sejarah 15 musim Liga Indonesia sejak pertama digelar di  Indonesia, dua tim asal Jatim dua kali merebut juara (Persebaya Surabaya  pada 1997 dan 2004 serta Persik Kediri pada 2003 dan 2006). Rekor dua  kali juara ini hanya bisa disamai Persipura Jayapura (2005 dan 2009).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_5199" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-5199" height="217" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/Persiba-Balikpapan-vs-Arema-300x217.jpg" title="Liga Indonesia" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Arema (Jawa Timur) Juara Liga Indonesia, Ilustrasi Foto : vibizdaily&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selain  Persebaya dan Persik, dua tim Jatim lain yang sukses mencicipi gelar  juara yakni Petromia Putra Gresik 2002 dan Arema Malang pada musim  2009/2010 yang berakhir pada Minggu, 30 Mei ini. Ya, Arema Malang, kini  dikenal sebagai Arema Indonesia, adalah fenomena. &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berangkat mengikuti kompetisi musim ini dengan terseok-seok, setelah  penyandang utamanya PT Bentoel Investama Tbk. mengurangi subsidi drastis  dari Rp 20 miliar menjadi Rp 7,5 miliar, Arema mengakhiri kompetisi  dengan mencengangkan. Bentoel, pabrik rokok di Karanglo, Malang itu  sebelumnya 6 musim menjadi sponsor utama Arema.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun, tahun lalu mereka mengambil keputusan drastis setelah holding  Bentoel (Grup Rajawali) menjual sebagian besar kepemilikan sahamnya ke  PT British Ardath Tobacco (BAT) yang dalam prinsip internasionalnya  tidak memperbolehkan perusahaan itu menyumbang dana ke klub olahraga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pindah tangan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Maka, sejak 2009 lalu, kepemilikan Arema berpindah tangan dari  Bentoel ke sebuah konsorsium, yang terdiri dari individu pejabat dan  pengusaha Malang. Klub yang berdiri 11 Agustus 1987 ini tetap  mempertahankan tradisi tidak menerima dana dari APBD. Maka, supporter  fanatiknya pun, dikenal dengan nama Aremania, menjadi sangat anti  terhadap klub “plat merah” terutama kepada saudara sekotanya, Persema  Malang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun, siapa sangka dengan segala keterbatasan itu Arema justru  sukses menjadi juara musim ini. Arema memastikan gelar pada Rabu 26 Mei,  pada pertandingan ke-33 mereka saat menahan tuan rumah PSPS Pekanbaru  1-1. Dengan nilai 70, nilai Arema tak mungkin terkejar oleh saingan  terdekatnya Persipura Jayapura, meski sama-sama menyisakan satu  pertandingan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Partai tersisa Arema melawan Persija Jakarta, Minggu 30 Mei pun  menjadi selebrasi ribuan Aremania yang berbondong-bondong datang ke  ibukota, bereuforia menjadi klub keempat Jatim sebagai Juara Liga  Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sukses lain&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sukses Arema diikuti kabar gembira lain, yakni naik kastanya Persibo  Bojonegoro dan Deltras Sidoarjo ke Liga Super, sebagai kasta tertinggi  pentas sepakbola Indonesia. Dalam semifinal Divisi Utama di Solo, Kamis  (27/5) Persibo menyingkirkan Persiram Raja Ampat 1-0 sementara Deltras  mengakhiri mimpi Semen Padang dengan 4-2 lewat drama adu penalti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lain Arema, Persibo dan Deltras yang berpesta, lain pula nasib  Persebaya dan Persik Kediri. Dua tim ini justru nasibnya memprihatinkan.  Persik dipastikan terdegradasi alias turun kasta ke Divisi Satu musim  depan. Sementara itu, nasib Persebaya menunggu partai terakhir mereka di  kandang Bontang FC (30/5) dan pertandingan tunda melawan Persik Kediri,  untuk memastikan apakah tim “Bajul Ijo” bertahan di Liga Super,  degradasi ke Divisi Utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sepakbola Indonesia memang unik. Arema dikabarkan berjaya karena tak  lepas dari pengaruh para petinggi PSSI yang “bermain” di dalamnya.  Beberapa orang besar PSSI macam Nurdin Halid dan Andi Darussalam  dikabarkan bercokol ikut memiliki Arema secara diam-diam. Maka, dengan  materi pemain rata-rata, mereka bisa mencetak poin tertinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tidak hanya itu, Arema mencatat rekor kemenangan tandang terbanyak, 8  kali, di antara 18 tim Liga Super. Asal tahu saja, karena berbagai  faktor non teknis, di Indonesia susah sekali sebuah tim menang di  kandang lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk memuluskan keinginan Arema menjadi juara ini, saat perhelatan  Kongres Sepakbola Nasional dua bulan lalu, dirigen Yuli Sumpil dan  puluhan Aremania sampai menyambut kedatangan Nurdin Halid dengan sangat  meriah. Padahal, selama ini Arema termasuk barisan supporter kritis  terhadap Ketua Umum PSSI yang mantan narapidana itu. Maka, tak  sia-sialah “rekonsiliasi” antara Aremania dan PSSI itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Faktor-faktor itu membantu kemenangan Arema. Sementara Deltras, sejak  lama dirumorkan bakal “ditolong” naik kasta, sebagai kompensasi atas  musibah lumpur yang dilakukan perusahaan milik Bakrie. Mudah sekali  menebak kaitan, meski sulit membuktikan, bantuan Wakil Ketua Umum PSSI  Nirwan Bakrie untuk mengangkat harkat masyarakat Sidoarjo yang sudah 4  tahun ditenggelamkan Lapindo.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Persibo lolos secara menakjubkan, karena konon yang diinginkan PSSI  adalah Persiram Raja Ampat Papua. Sementara itu, Persik Kediri turun  kasta setelah ditinggal Iwan Budianto, mantan manajer mereka yang juga  salah satu eksekutif committee PSSI.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Apes&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bagaimana dengan Persebaya? Apes nian. Ketua Umum sekaligus Manajer  Persebaya Saleh Ismail Mukadar, selama ini dikenal sebagai kubu anti  Nurdin Halid. Sikapnya yang jelas berseberangan dengan Ketua Pengda PSSI  Jatim Haruna Sumitro membuatnya diganjar hukuman 2 tahun dilarang  berkecimpung di sepakbola Indonesia terhitung bulan ini. Dalihnya,  kepengurusan Saleh Mukadar selaku Ketua Pengcab PSSI Surabaya tidak sah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Persebaya dirundung duka kalau benar-benar masuk ke kasta yang lebih  bawah lagi. Dalam berita di Jawa Pos 28 Mei, sebelum laga menentukan  Persebaya melawan Bontang FC, Saleh berujar, “”Musuh kami sesungguhnya  bukan Bontang. Tapi, striker yang tidak megang bola dan wing (pemain  sayap) yang membawa bendera,” katanya menyindir wasit dan dua  asistennya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelum lawan Bontang, Persebaya takluk 1-3 oleh Persik Kediri. Akan  halnya kekalahan itu, Saleh lagi-lagi menuding dikerjai wasit. Terutama  saat momen di mana gelandang Andik Vermansyah membawa bola dari  belakang. Nah, ketika hendak melakukan shooting ke gawang lawan, dia  dinyatakan offside oleh asisten wasit.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Padahal, saat itu ada seorang pemain Persisam yang berdiri sekitar 7  meter di depan Andik. ”Saya tahu dari orang Persisam, saya nggak mau  sebut namanya. Katanya, pertandingan itu sudah dibereskan petinggi PSSI.  Mereka melakukan itu untuk ngerjain kami. Kalau seperti ini kan rusak,”  kata Saleh, sebagaimana dikutip Jawa Pos&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sepakbola Indonesia memang selalu aneh bin ajaib. Tapi, atas nama  sportivitas, apapun alasannya, kita angkat topi selamat buat Arema,  Deltras, dan Persibo. Dan, apapun alasannya juga, buat Persik dan  Persebaya kita ucapkan, “Kasihan deh loe…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Oleh : Jojo Raharjo&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.iddaily.net/2010/05/anugerah-dan-petaka-sepakbola-jawa.html" target="_blank"&gt;iddaily.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-9149133406126500362?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/9149133406126500362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/anugerah-dan-petaka-sepakbola-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/9149133406126500362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/9149133406126500362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/anugerah-dan-petaka-sepakbola-jawa.html' title='Anugerah dan petaka sepakbola Jawa Timur'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-4191785046910576162</id><published>2010-07-17T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Orang Indonesia tidak bisa main dan mengurus Bola</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Ini adalah  tulisan teman di notes facebook nya,  seorang perempuan yang mencintai Sepak Bola, sengaja saya posting di  sini berharap akan lebih banyak yang baca selain orang yang ada di  jejaring facebooknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5113" style="width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5113" height="300" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/tim-nasional-indonesia.jpg" title="tim-nasional-indonesia" width="580" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Timnas Indonesia  yang belum bisa memberikan terbaik untuk Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Di tengah ramainya perhelatan Piala Dunia 2010, saya sempatkan diri  untuk menyapa sahabat saya, Marina, seorang gadis Brasil yang tinggal di  Sao Paolo. Sebagai pendukung Brasil sejak bertahun-tahun lampau, saya  ingin menyatakan dukungan saya pada timnas-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marina, Goodluck ya buat Tim Brasil!” sapa saya di Yahoo Messenger.&lt;br /&gt;“Thank you!”, balasnya cepat.&lt;br /&gt;Ia lalu bertanya, “Eh, Indonesia punya tim sepakbola juga kah?”.&lt;br /&gt;Entah mengapa, pertanyaan sederhana itu membuat saya gugup, “Mmm.. Iya,  ada”.&lt;br /&gt;“Bagaimana prestasi tim Indonesia? Kalian peringkat berapa di FIFA?”,  tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Wah, saya lupa. Sepertinya peringkat kami tidak bagus. Orang Indonesia  tidak bisa main bola sih!”, jawab saya sekenanya.&lt;br /&gt;Ia mencoba menghibur, “Ah, jangan begitu! Lalu apa olahraga paling  popular di Indonesia?”.&lt;br /&gt;Saya menjawab getir, “Yaa.. sepakbola”.&lt;br /&gt;Ia tertawa, “Oke lah, saya harap tim Indonesia bisa punya banyak  prestasi, dan bisa bertanding di piala dunia”.&lt;br /&gt;Saya hanya tersenyum pahit. Dalam hati saya berkata; Itu mah sampai  kiamat juga tidak akan kejadian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentu tahu, Timnas Indonesia berada di urutan ke-137 dalam  Daftar Peringkat Dunia FIFA yang dirilis April 2010 lalu. Jauh dibawah  Vietnam (117) dan Thailand (106). Tapi masak saya mesti mengatakan itu  ke dia? Malu lah! Saya lebih gila bola dari dia. Dulu, waktu kami sering  jalan bareng di Paris, dia sempat heran dengan pengetahuan sepak bola  saya. Saya hafal nama pemain Brasil yang bernaung di klub-klub Eropa.  Hafal sejarah Timnas Brasil di Piala Dunia. Biasanya Marina hanya  mengangguk-angguk, setiap kali saya bercerita dengan penuh semangat  tentang sepak terjang pemain Brasil. Dalam hati dia mungkin berkata,  “Kasihan amat ya orang ini. Wong saya yang asli Brasil biasa-biasa aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Presiden SBY pernah bilang (atau ngeles?), kalau kita tidak  perlu malu karena tidak bisa menghasilkan satu pun pemain hebat dari 200  juta warga Indonesia. Toh India dan Cina juga tidak punya pemain bola  yang hebat. Beliau mungkin lupa, tidak seperti Indonesia, sepak bola  bukan cabang olahraga yang populer di negara-negara tersebut. Lagipula  Cina punya deretan prestasi di banyak cabang lain. Atlit-atlit mereka  selalu mendominasi perolehan medali di Olimpiade atau Asian Games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjelang pertandingan final antara Spanyol-Belanda,  iseng-iseng saya nonton RCTI. Saya lihat Presiden SBY dan Menpora  berbincang seru tentang Piala Dunia dalam sebuah siaran langsung. Dalam  hati saya bertanya, kira-kira ada tidak ya, kepala negara lain di muka  bumi ini, yang Timnas-nya tidak ikut Piala Dunia, tapi begitu semangat  dan antusias membicarakan tim negara lain? Disiarkan secara langsung  pula? Sang Menpora tidak kalah semangat. Dengan kumis lebat yang hampir  masuk mulut, ia termonyong-monyong membicarakan kehebatan timnas  Belanda. Ia bertukas bangga, “Asal anda tahu saja, ada 5-6 pemain  Belanda yang keturunan Indonesia loh!”. Lalu ia melontarkan ide  ‘cemerlang’ kepada Presiden, “Kita bisa data semua pemain-pemain dunia  yang punya darah Indonesia, kita tawarkan, siapa tahu mereka mau main  buat PSSI?”. Saya hampir keselek mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bayangkan sang Menpora mendekati Bronckhorst, De Jong, Heitinga  dan sejumlah pemain ternama yang ia klaim punya darah Indonesia. Dengan  cuping kembang kempis ia berkata kepada mereka, “Meneer, nenek moyang  anda kan orang Indonesia. Kira-kira anda mau tidak main untuk Timnas  kami? Memang sekarang kami cuma berada di urutan 137 dunia, tidak punya  prestasi apa-apa, organisasinya juga dipimpin sama mantan napi korupsi.  Tapi kami butuh orang seperti anda, karena kami tidak mampu (dan tidak  akan mampu) mencetak pemain-pemain kelas dunia. Gimana, mau ya?  Hitung-hitung balas budi sama nenek moyang”. Si Bronckhorst dkk menatap  senyum sang Menpora yang nyaris tertutup bulu-bulu di atas mulutnya.  Mereka mengernyitkan dahi dan menjawab ketus, “Ya enggak lah!! Kami jadi  hebat begini kan karena didikan sepakbola negara kami, Belanda. Enak  aja situ mau metik hasil tapi gak mau nanem benih. Kalo situ gak bisa  mendidik pemain, ya nggak usah main bola!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan amat Presiden dan Menpora Indonesia yang (seperti saya dan  seluruh rakyat Indonesia) hanya bisa menyoraki negara lain di Piala  Dunia. Bedanya, saya tidak punya mimpi aneh-aneh, seperti mengkhayal  Timnas Indonesia ikut main di PD, atau ada pemain dunia yang ujug-ujug  ingin gabung ke PSSI. Saya tentu sedih (dan malu) dengan prestasi Timnas  Indonesia. Tapi lebih sedih (dan malu) mendengar mimpi dan khayalan  pejabat negara saya. Dari mulai mau jadi tuan rumah Piala Dunia, sampe  mengkhayal Bronckhorst mau masuk PSSI. Mimpi sih boleh-boleh saja, Pak.  Tapi mimpinya yang bener dong! Silahkan anda bermimpi untuk memperbaiki  pembinaan sepakbola di Indonesia, bukannya mimpi mencuri pemain hebat  hasil binaan negara lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, sampai 100 tahun ke depan, orang Indonesia cuma bisa  teriak-teriak di depan layar, nonton bareng di kafe-kafe sambil sambil  memakai seragam Timnas negara lain, lalu ngetik status di facebook atau  twitter menyemangati negara lain. Kalo punya duit lebih, hasil kerja  keras atau korupsi, bisa lah gabung sama supporter-suporter negara  peserta Piala Dunia, hitung-hitung nambah pemasukan devisa negara tuan  rumah. Yah, orang Indonesia memang tidak bisa main dan ngurus bola!&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penulis : Amatul Rayyani Shiddiqah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-4191785046910576162?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/4191785046910576162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/orang-indonesia-tidak-bisa-main-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/4191785046910576162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/4191785046910576162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/orang-indonesia-tidak-bisa-main-dan.html' title='Orang Indonesia tidak bisa main dan mengurus Bola'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-2769703967694118915</id><published>2010-07-16T19:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Persahabatan Aremania – Uruguay – Jerman – Afrika Selatan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt; – Salam satu jiwa, selamat datang Aremania  Indonesia di  pergaulan supporter tingkat Dunia. Merinding menulis&amp;nbsp;”PERSAHABATAN  AREMANIA-URUGUAY-JERMAN-AFRIKA SELATAN” tapi begitulah kenyataanya,  Arema  Indonesia  memang sejajar lihat foto terlampir adakah skat antara  AREMANIA dan URUGUAY di FIFA World Cup 2010??.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kalimat “Selamat Datang Aremania di pergaulan supporter tingkat Dunia  bukan isapan jempol” dicetuskan oleh teman saya dari Spanyol (Espania)  sebab kita berkenalan dan bersahabat meskipun Timnas  Indonesia  tidak  kualified. Tapi sahabat Spanyol tadi menghormati Arema Indonesia  (sekarang kualified sebab mampu sejajar dengan dia disini katanya) yang  hadir jauh dari seberang asia bersama warga Spanyol di Soccer City  (tulisan tip2 nonton Piala Dunia menyusul tapi maaf tidak ada foto  soalnya bateri matek habis dari Stadion Mandelay Bay, Port Elizabeth  langsung ke stadion Soccer City jarak ditemput 2 jam dgn pesawat ).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jadi supporter Bola level dunia harusnyaa tidak masalah antar   kota dan antar negara bertanding dan bertandang baik clubnya maupun  supporternya. Lihat ayas sejajar dengan Afrika, Jerman dan Uruguay .  Bisa nelongso ayas kalau ditolak masuk Afrika (contoh seperti supporter   Bandung yang ditolak ke  Jakarta ). FOOTBALL FOR HOPE, demikian tujuan  sepakbola FIFA seandainya sepakbola kita bagian dari FIFA. Sekarang ini  bola&amp;nbsp;adalah harapan untuk mengangkat derajat kaum miskin&amp;nbsp;yang kurang  mampu membayar biaya pendidikan. Kalau kita masih berkutat dengan tarung  antar supporter (nggak ngelarang sih kalau membela diri). Kapan   Indonesia bisa sejajar dengan  Uruguay atau Korea Utara?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" height="300" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs040.ash2/35355_412786714243_79456049243_4388158_8217990_n.jpg" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Aremania bersama  Supporter Uruguay&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" height="300" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs052.snc4/34940_412786444243_79456049243_4388141_3759251_n.jpg" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Klo di Indonesia  "Anjing" di gunakan untuk memaki supporter lain, di Afsel anjing untuk  hiburan&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5094" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5094" height="300" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/aremania_afsel.jpg" title="aremania_afsel" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Semangat Arema dan  Indonesia di Piala Dunia 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lihat ayas betapa hangatnya persahabatan&amp;nbsp;supporter tingkat Dunia di  World Cup 2010 ga perduli hitam, kuning, abu2 untuk satu GOL perangi  kemiskinan?? semua damai meskipun kalah yang penting harapan untuk  mengangkat kaum miskin tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ada  orang Inggris bilang, mereka paling beringas untuk urusan sepak  bola tetapi ketika berbincang2 dengan Ayas (Aremania) dan cerita tentang  ada Supporter Indonesia (meskipun gak lolos Kualifikasi) tetap nonton  untuk pengibaran Arema. Mereka “respect” dengan ayas dan&amp;nbsp;persahabatan  tingkat dunia yang kita jalin. Artinya Aremania tidak hanya direspect  (dihormatin) in sama supporter tingkat  Indonesia tapi peserta FIFA WORL  CUP 2010. Kebayang nggak??&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Muka dicat Arema  Indonesia , siapa yang melakukan ya orang Afrika  Selatan. Begitulah persahabatan kita yang akrab meskipun baru kenal tapi  diikatkan oleh satu hati dan satu jiwa sepakbola tingkat dunia. Bahkan  Aremania Indonesia disambut di Port Elizabeth  oleh seorang nawak dan  penari Afrika. Indahnya Port Elizabeth, kebayang kalau ayas datang ke  Bandung  atau Sriwijaya di Palembang disambut seperti ini oleh supporter  tamu. Amin. Semoga terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ayas antri ticket FINAL 3 hari mulai dari jam 630am, akhirnya orang  Spanyol juga yang menolong untuk mencarikan ticket meskipun harga dari  US$900 ke US$2000 kebayang kalau ayas gak dibantu supporter Spanyol  bakal nggak bisa nonton FINAL. Bahkan orang spanyol ini menjaga antrian  panjang mulai dari jam 630 pagi hingga jam 12 siang selama 2 hari  berturut-turut. Setelah ticket dibeli US$2000 10 menit kemudian ada  nawak dari Belanda menawar US$2500 ayas tolak karena hasrat ingin FINAL  WORLD CUP tercapai meskipun tidak diijinkan mengibarkan bendera raksasa  karena stadion penuh sekitar 86,400 orang dari kapasitas 90,000. Orang  yang menawar ini terbang dari Belanda tanpa ticket berharap dapat, tapi  sudah 4 hari nyari sambil punggung dandadanya ditempeli “NEED FINAL  TICKET” akhirnya nggak dapat juga meskipun sanggup bayar US$2500.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Arema Indonesia  dimana2 dimintai foto dan banyak penggemar, sebab  meraka tidak melihat asal usul negera, ras, golongan dan agama&amp;nbsp;selama  ada di FIFA World Cup kita satu hati satu GOAL “FOOTBALL FOR HOPE”.  Kalau pesta sepakbola yang menghabiskan US$450juta cuma hura2 mah itu  tidak ada artinya tanpa perang kemiskinan, penyakit malaria dll. sungguh  tragis kalau di  Indonesia  sepakbola harus perang batu antar  supporter. Maaf ini bukan Aremania sih, biasanya supporter tetangga di  satu propinsi he he he he…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Mari bersatu untuk satu GOAL sepakbola  Indonesia  menuju tingkat  dunia 2014 di Brasil. Ayas ngebayangin kalau ada 10 Aremania saja  mengibarkan bendera raksasa dan Indonesia wow….wow….menangislah tetangga  sebelah, hanya ada satu motor untuk kesana siapalagi kalau bukan  dimotori oleh AREMANIA?? sebab AREMANIA barometer supporter di Dunia  (maaf sekarang&amp;nbsp;ayas berani menyebut tingkat dunia dan sejajar dengan  Jerman dan  Uruguay ). Gak sombong rek, soale Aremania datang dengan  modal sendiri (contoh AREMA FC tanpa bantuan APBD) tidak seperti 60  orang yang bawa bendera disponsori Nokia dan Coca Cola.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selamat hari supporter Indonesia  12 July 2010, semoga hari itu libur  nasional bagi supporter di  Indonesia untuk merenungi makna  persahabatan supporter diseluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sampaikan salam buat saudara2ku sebarkan FOOTBALL FOR HOPE keseluruh  Indonesia, tingkatkan professionalisme persupporteran mimpilah jadi  supporter level Dunia/World Cup jangan hanya juara tingkat Indonesia,  galang satu GOAL untuk sepakbola memerangi kemiskinan dan ketidak  mampuan membayar uang sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teman dari Inggris, ngabari kalau ayas ada di koran  www.SHOOT2010.co.za media olah raga terbitan Afrika yang menyebar ke  seluruh dunia. Nach, dia bilang ketemu saya di Johannesburg -Sandton (   Mandela Square ) pas makan siang di Thailand  restaurant sambil ngobrol  tentang holiganisme dan sisi positifnya . Tapi lihat saya di koran  karena diwawancarai sambil pakai atribut Aremania. Berkat atribut ini  pula wartawarn tersebut tertarik akhirnya sampai juga beritanya di Eropa  yang dibaca oleh teman hooligans tadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-2769703967694118915?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/2769703967694118915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/persahabatan-aremania-uruguay-jerman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2769703967694118915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/2769703967694118915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/persahabatan-aremania-uruguay-jerman.html' title='Persahabatan Aremania – Uruguay – Jerman – Afrika Selatan'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-4634420781948999527</id><published>2010-07-16T19:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Viking dan Jakmania Siap Damai</title><content type='html'>&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_3091" style="clear: left; float: left; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-3091" height="149" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/jak_viking-300x149.jpg" title="jak_viking" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Mari bergandengan tangan Kawan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt; – &lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/baca/26/04/2010/amanat-presiden-viking-dan-jakmania-ayo-damai.html"&gt;Harapan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/a&gt; (SBY) agar pendukung Persija  Jakarta (Jakmania) dan pendukung Persib Bandung (Viking) mengakhiri  konflik, tampaknya akan segera terwujud. Pasalnya, kedua kelompok  suporter itu menyatakan siap mengakhiri permusuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kesiapan itu diungkapkan Ketua Harian Jakmania, Larico Ranggamone,  dan Ketua Viking Persib Club, Herru Joko, saat dihubungi oleh Wartawan  Senin (26/4/2010), SBY mengungkapkan harapannya agar kedua kelompok  suporter itu bisa menyelesaikan pertikaian yang ada selama ini.  Ternyata, imbauan Presiden itu ditanggapi postif oleh kedua kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" height="450" src="http://img393.imageshack.us/img393/3691/920406746lrt6.jpg" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;bukankah ini lebih  indah?&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Larico mengaku pihaknya siap duduk bersama untuk mencari solusi demi  sebuah perdamaian. “Kami siap untuk bertemu. Pada dasarnya kami membuka  perdamaian. Intinya, kami rindu perdamaian demi wajah sepak bola  nasional yang lebih maju,” ucap Larico.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Larico menegaskan bahwa pihaknya sangat beritikad baik  untuk mengakhiri permusuhan. Salah satu contohnya, kata Larico, Jakmania  dilarang menyanyikan lagu-lagu yang bersifat menghina Viking. “Kami  sudah melarang anggota untuk menyanyikan lagu-lagu rasis dan kami juga  sering melarang anggota mengenakan baju yang bertuliskan kalimat  cemoohan. Bahkan, saat Persib datang ke Jakarta (25/4/2010), tak ada  lemparan batu kepada mereka,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Herru. Ia berharap seruan Presiden jangan  hanya jadi wacana. “Kami menyambut baik seruan Presiden tersebut. Semoga  hal itu jangan hanya menjadi wacana. Saya pribadi siap bertemu  (Jakmania, Red) dan saya rasa Viking pun siap,” ungkap Herru.&lt;br /&gt;Herru juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan usaha untuk  meredam permusuhan. “Kami juga telah mengurangi nyanyian-nyanyian yang  bersifat cemoohan karena ini menyangkut orang banyak,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa kedua kelompok ini kerap bertikai.  Sampai-sampai pihak keamanan melarang suporter lawan untuk mengenakan  atribut bila kedua tim bertemu. Pada 25 Maret silam, saat Persib  bertandang ke Persija, pihak kepolisian mengizinkan Viking datang dengan  catatan tanpa mengenakan atribut, demikian pula sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-4634420781948999527?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/4634420781948999527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/viking-dan-jakmania-siap-damai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/4634420781948999527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/4634420781948999527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/viking-dan-jakmania-siap-damai.html' title='Viking dan Jakmania Siap Damai'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-5162550473946214280</id><published>2010-07-12T19:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Indonesia dan Fanatisme Sepakbola</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Pertandingan Belanda dan Spanyol tadi pagi masih menyisakan bekas di  kepala. Sebuah pertandingan besar panjang yang membutuhkan 120 menit  untuk memutuskan apakah tim favorit pilihan seekor gurita dan  (kebanyakan) wanita-wanita di seluruh dunia berhasil menjuarai piala  dunia untuk pertama kalinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2010/07/3734770583_6f5e9b1ec3_88.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2010/07/3734770583_6f5e9b1ec3_88.jpg" border="0" src="http://brahmasta.net/wp-content/uploads/2010/07/3734770583_6f5e9b1ec3_88.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pagi hari pasca final, pembicaraan mengenai final Piala Dunia tidak  ada habisnya. Barisan komentar di Twitter ramai masih tetap ramai. Ada  yang mungkin kecewa karena tim oranye kalah hingga terduduk lesu di  parkiran kafe tempat semalam suntuk nonton bareng, ada juga yang gembira  karena tim favoritnya berhasil memenangkan pertandingan, meski pemain  favoritnya jarang bermain selama Piala Dunia, dan di sisi lain mungkin  juga ada yang sedih karena alasan lain, yakni spekulasinya menjagokan  Belanda ternyata tidak menguntungkan, menghasilkan rugi jutaan rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Orang Indonesia benar-benar menggilai sepakbola. Tapi seperti halnya  yang terjadi di bidang-bidang lain seperti teknologi dan hiburan, kita  hanya mampu menempatkan diri kita sebagai konsumer. Hebatnya, kita  adalah konsumer setia dan fanatik. Misalnya di sepakbola, kita begitu  hafal pemain-pemain kelas dunia yang berlaga di piala dunia, mengenakan  emblem bendera negara orang di profile picture, membeli jersey tim  nasional negara lain yang harganya bisa mencapai setengah juta, tidak  tidur semalaman menyaksikan pertandingan hingga telat masuk kerja, serta  fasih memberikan analisis dan prediksi pertandingan (sampai ada layar  LCD sendiri yang bisa mengeluarkan formasi pemain sambil menerangkan  analisisnya). Bahkan kemenangan negara lain (yang kita dukung) bisa  sampai dirayakan dengan konvoi di jalanan, yang selanjutnya berlanjut ke  tawuran!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saya terus terang heran. Seperti halnya yang terjadi &lt;a href="http://brahmasta.net/2006/07/02/tangisi-negeri-kita-sendiri/"&gt;empat  tahun lalu&lt;/a&gt;. Sebegitu besarnya fanatisme kita terhadap sepakbola,  meski semua pihak yang berlaga di sana,bisa dibilang tidak ada kaitannya  dengan kita. Justru untuk hal-hal yang benar-benar berkaitan dengan  kita malah tertutup dengan adanya event besar ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Daripada menjadikan Piala Dunia ajang hura-hura, alangkah baiknya  jika Piala Dunia ini menjadi ajang Indonesia untuk berkaca. Ajang  untuk  melihat. Melihat bagaimana negara  sekecil Slovakia bisa  menjatuhkan  negara dengan sejarah besar seperti  Italia. Ajang untuk  memicu. Memicu  kita untuk bersemangat kembali  membangun sepakbola  negeri ini.bukan  pembahasan mengenai taktik apa yang dipakai Argentina  atau mengapa  Wayne Rooney bermain buruk yang diulas, tapi bagaimana kita  bisa  melahirkan talenta-talenta besar sekelas pemain-pemain Korea atau   Jepang, yang bisa mengharumkan bangsa ini. Bagaimana kita bisa belajar   bahwa untuk mengadakan event sebesar Piala Dunia, bidding nekad tanpa   sokongan dana dan infrastruktur yang tidak memadai tidaklah cukup.  Bagaimana pentingnya kematangan kompetisi liga dan kontribusi pemain  nasional di dalamnya terhadap kualitas tim nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kita seringkali lupa bahwa kita punya potensi besar dengan jumlah   penduduk yang banyak dan fanatisme terhadap sepakbola yang luar biasa.  Fanatisme bisa dilihat dari riuhnya barisan penonton sepakbola di  stadion. Boleh dibilang, pendukung fanatik klub-klub Liga Indonesia  sudah cukup gila untuk menunjukkan bahwa sepakbola (baca: klub  favoritnya) adalah hidupnya. Saya percaya kalau semua orang pasti setuju  kalau rakyat Indonesia pasti sangat bangga jika kita benar-benar  merealisasikan mimpi berlaga di Piala Dunia. Rasanya seperti naik  derajat kebangsawanan di kerajaan sepakbola. Capek juga kan kalau  kebanggaan kita yang tehadap partisipasi di Piala Dunia adalah Hindia  Belanda di 1938? Nama timnya aja bukan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ah, saya tiba-tiba jadi idealis begini. Sebenarnya saya sepenuhnya  paham bahwa seluruh orang di negeri ini butuh hiburan. Hiburan yang bisa  melepaskan dari sulitnya survive di negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun ketika melihat anak-anak bermain sepakbola dengan gembira di  jalanan, menunjukkan skill individu yang luar biasa dengan semangat  tinggi membara, saya jadi berpikir, apakah salah negeri ini hingga tidak  mampu mengantarkan anak tersebut mengharumkan Indonesia di kancah  internasional? Dan cita-cita kita semua untuk menyaksikan skuad merah  putih bernyanyi lagu Indonesia raya di ajang Piala Dunia?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-5162550473946214280?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/5162550473946214280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/indonesia-dan-fanatisme-sepakbola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5162550473946214280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5162550473946214280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/indonesia-dan-fanatisme-sepakbola.html' title='Indonesia dan Fanatisme Sepakbola'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-8224487737287950567</id><published>2010-07-12T18:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Bonek vs Aremania</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NKYKo6Yg0vg/TDvCBgsX4gI/AAAAAAAAAoQ/YHYruZwKZLc/s1600/bonekAremania.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_NKYKo6Yg0vg/TDvCBgsX4gI/AAAAAAAAAoQ/YHYruZwKZLc/s320/bonekAremania.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Hari ini persepakbolaan nasional sudah mulai menapak maju, dimana  setiap klub sepakbola yang ada dibawah naungan PSSI (Persatuan Sepakbola  Seluruh Indonesia) dibina untuk lebih profesional. Bentuk  profesionalitas itu oleh PSSI dituangkan dalam format baru Liga  Indonesia, dimana sejak tahun 1994 kompetisi yang sebelumnya terbagi dua  disatukan dalam konsep Liga Indonesa dengan kasta tertinggi terletak  pada Divisi Utama. Setelah berganti-ganti konsep dan format kompetisi,  akhirnya pada tahun 2008 Divisi Utama Liga Indonesia berubah menjadi  Indonesian Super League. Proses pembinaan kompetisi beserta klub-klub  yang ada didalamnya diharapkan mampu membuat iklim sepakbola di  Indonesia menjadi lebih modern dan mampu menelurkan bibit-bibit baru  pemain asli Indonesia yang lebih berkualitas.&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kemajuan  persepakbolaan nasional tentu harus diikuti oleh komunitas suporter yang  menjadi basis pendukung sebuah klub sepakbola. Karena adalah sebuah  omong kosong apabila sebuah klub sepakbola itu mampu bertahan tanpa  dukungan suporter yang ada dibelakangnya. Tetapi sayangnya sudah menjadi  rahasia umum bahwasanya persepakbolaan Indonesia dikenal akan kerusuhan  dan permainan yang menjurus kasar. Kerusuhan demi kerusuhan, entah itu  akibat ketidakdewasaan suporter atau provokasi ofisial pertandingan  kepada suporter menjadi cerita lama dalam dunia persepakbolaan  Indonesia. Konflik Jakarta-Bandung, Semarang-Jepara, Jogja-Solo, dan  Malang-Surabaya menjadi cerita pasti mengenai aroma panas dalam konflik  suporter di Indonesia.Belum dewasanya suporter di Indonesia tentu  menjadi penghambat bagi pengembangan profesionalitas klub-klub di  Indonesia. Aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter menjadi salah  satu faktor lambatnya pengembangan profesionalitas klub Indonesia.  Belajar dari kasus rasisme Aremania beberapa saat yang lalu tentu  menjadi sebuah pelajaran berharga bagi seluruh elemen suporter yang ada.  Kerugian sebesar hampir 1 miliar rupiah bagi Arema tentu menjadi sebuah  permasalahan tersendiri. Arema yang merupakan klub profesional tanpa  dukungan dana APBD tentu kesulitan membayar gaji pemain dan lainnya.  Padahal skala permasalahan baru sekitar denda dan hukuman, belum pada  level anarkisme tingkat tinggi seperti perusakan stadion dan beberapa  fasilitas, kerusuhan antar-suporter, hingga aksi-aksi kejahatan yang  melibatkan komunitas suporter.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Salah satu pertarungan suporter  yang paling sering disorot oleh media massa adalah rivalitas Aremania  dan Bonek. Dua elemen suporter dari Arema Indonesia dan Persebaya  Surabaya ini memiliki tensi rivalitas yang sangat tinggi, dimana  perseteruan antar kedua elemen suporter ini tak jarang berakhir dengan  bentrokan, kerusuhan, kerusakan material, hingga jatuhnya korban jiwa.  Ekspresi saling benci keduanya juga tertumpah ketika mendukung  kesebelasan masing-masing, walaupun yang dihadapi adalah tim sepakbola  selain Arema Indonesia atau Persebaya Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Konflik Aremania  melawan Bonek sudah menjadi cerita lama dalam diskusi antar-suporter di  Indonesia. Pertarungan yang sudah mendarah-daging dalam kedua elemen  suporter tersebut menjadi bumbu pedas dalam forum antar-suporter.  Walaupun belum ada yang pernah memfilmkannya layaknya film Romeo-Juliet,  tetapi aroma panas selalu terasa dalam kehidupan sehari-hari warga  Malang dan Surabaya. Tidak jarang ditemui di rumah seorang Aremania  segala atribut Bonek menjadi kain lap, sementara di Surabaya segala  atribut Aremania menjadi keset.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aroma panas kedua elemen ini  tentu menarik untuk dikaji dan diteliti lebih lanjut, karena sifat  persaingannya yang begitu kental dan sudah mendarah-daging. Belum lagi  pembentukan iklim sepakbola Indonesia ke arah modern tentu harus  mewaspadai satu hal yang kini masih menjadi kontroversi: industri  sepakbola. Modernisasi sepakbola secara tidak langsung membawa dunia  sepakbola ke arah industri, dimana pada akhirnya kapital juga ikut  bermain dalam menentukan suasana dan atmosfir sebuah pertandingan. Bukan  tidak mungkin beberapa peristiwa yang berkaitan dengan sepakbola  Indonesia hari ini berkaitan erat dengan suasana pasar ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selain  dari perspektif industri sepakbola, tentu konflik-konflik yang timbul  juga tidak luput dari permasalah sosial dan budaya dalam sebuah  masyarakat. Masalah hegemoni dan pengakuan akan ‘the one and the best’  juga menjadi salah satu permasalah konflik suporter Indonesia. Persoalan  chauvinisme dan fanatisme dalam sebuah masyarkat juga tidak dapat  dihilangkan sebagai faktor-faktor pemicu konflik. Belum lagi soal dendam  yang berasal dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Begitu banyak  permasalahan yang timbul dalam masyarakat sehingga terbawa dalam kancah  sepakbola membuat stadion masih belum menjadi tempat yang nyaman dalam  menikmati pertandingan sepakbola.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dengan mempelajari proses  historis perseteruan kedua kelompok suporter ini diharapkan adanya  pembelajaran serta solusi agar konflik-konflik yang terbangun menjadi  sportif dan tidak anarkis. Pengkajian akan sebuah konflik dengan  memandang dari perspektif sosiologi –dimana masyarakat dan kondisi  kultural akan menjadi objek yang dikaji– diharapkan akan timbul sebuah  mediasi entah itu berupa negoisasi atau yang lainnya. Dengan begitu  posisi suporter sebagai sebuah pendukung klub akan terjadi hubungan  timbal balik dengan klub yang didukung. Selain itu diharapkan pula  perdamaian antar-suporter sepakbola yang ada di Indonesia dapat  terjadi.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-8224487737287950567?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/8224487737287950567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bonek-vs-aremania.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8224487737287950567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8224487737287950567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bonek-vs-aremania.html' title='Bonek vs Aremania'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NKYKo6Yg0vg/TDvCBgsX4gI/AAAAAAAAAoQ/YHYruZwKZLc/s72-c/bonekAremania.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-3650850693353720329</id><published>2010-07-08T19:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Mari Belajar dari Semangat team Spanyol</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Setelah anda melihat pertandingan Semifinal antara Jerman Vs Spanyol,  dimana pertandingan di menangkan oleh team Matador(Spanyol) 0-1 dan  bagaimana respon anda? goal semata wayang yang di cetak Carlos Puyol  melalui headingya sudah lebih dari cukup untuk membawa spanyol meraih  sejarah baru dengan masuk final piala dunia, tapi sebelum membahas  spanyol lebih jauh perlu kita bersama review bagaimana penampilan team  dari negeri sakura (Jepang), team Gingseng (Korea Selatan) dan satu lagi  Korea Utara, wakil dari asia yang mampu memberikan bukti bahwa mereka  patut di perhitungkan karena berhasil masuk pada ajang Piala Dunia,  terlebih Korea Selatan dan Jepang, mampu masuk pada fase kedua setelah  melewati babak penyisihan group.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5081" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 590px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5081" height="300" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/puyol_jump.jpg" title="puyol_jump" width="580" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Lompatan  Puyol mampu menyundul bola ke gawang Jerman, sehingga menciptakan  sejarah baru bagi Spanyol | Foto : Reuters&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Asia bisa membuktikan bahwa benua ini memiliki talenta berbakat yang  tidak bisa di pandang sebelah mata, lihat juga bagaimana seemangat  kebersamaan mereka untuk tampil menyerang dan terkadang defensif untuk  mempertahankan keperawanan gawangnya, dan mampu memberikan perlawanan  ketat, tetapi memang nasib belum berpihak pada benua ini, masih butuh  belajar dan jam terbang yang tinggi untuk bisa melangkah ke fase lebih  jauh lagi, terlebih fase final piala dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Namun Piala Dunia bukanlah satu-satunya ajang untuk menunjukkan  kekuatan asia sebenarnya,masih ada even lain yang bisa sebagai unjuk  gigi kekuatan dan skill asia melawan team dari benua eropa dan amerika,  percayalah bahwa kita(Asia ) akan menjadi baik jika memang ada usaha dan  dukungan ke arah yang lebih baik dalam urusan sepak bola.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Betapa rakyat Indonesia bangga kedua negara asia timur tersebut bisa  memberikan suguhan dan tontonan yang tidak mengecewakan, perlu di dukung  karena ini adalah dari benua yang sama dengan kita, satu rumpun dan  hal-hal lainnya yang membuat bangga kita akan asia, namun alangkah  bangganya jika yang main adalah timnas INDONESIA. hemm.. semoga bisa  nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dan memang Jepang dan Korea Selatan masih menjadi barometer sepak  bola Asia, karena berbagai prestasi yang telah mereka torehkan, memiliki  kompetisi liga yang cukup baik, supporter yang tertib dan sistem  kompetisi yang berjalan sesuai alur yang di harapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kembali pada pertandingan Jerman dan Spanyol, lihatlah itu spanyol  bisa meraih kemenangan meskipun postur tubuh mereka cukup pendek,  bagaimana ukuran Puyol,XAVI,Villa , Iniesta tidak berbeda jauh dengan  postur tubuh orang Indonesia, sementara para Pemain Jerman hanya bisa  berlari dan melihat Puyol dkk menggiring dan mengumpan bola.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Seorang puyol yang bertinggi 170 cm mampu mengalahkan pemain jerman  (Marcell Jansen 190 cm dan Per Mertesacker 196 cm)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terkadang kita menilai kekalahan para pemain kita dari team atau  negara lain adalah karena faktor postur/tinggi badan, inilah alasan dan  selalu di jadikan kambing hitam, Tuhan sudah sangat adil menciptakan  kita dari berbagai suku dan ras, perbedaan bukanlah suatu alasan atau  bahkan di jadikan tumbal dari kurang sempurnanya kita di ciptakan, jika  melihat orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kesempurnaan bukanlah milik manusia, tetapi Manusia adalah ciptaan  yang paling sempurna, anugerah dan kelebihan inilah yang harusnya  menjadikan kita lebih bersemangat dan mampu bersaing dengan yang lain,  bukan menyerah sebelum bertanding, Indonesia bisa menjadi team yang  ganas menggila jika melawan dengan orang-orang yang dirasa memiliki  kelebihan lain seperti tinggi badan, kelincahan itulah yang perlu kita  tunjukkan, sama halnya dengan spanyol kala menundukkan Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Indonesia pasti bisa asal :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;1.Pemain-pemain berbakat benar-benar di tempa dan di latih dengan  serius&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;2.Dukungan faktor-faktor non teknis dari pemerintah/pengurus sepak  bola tanah air seperti pola makan, faktor lapangan dan asupan gizi serta  vitamin&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;3.Fokuskan hanya satu hal saja, karena hidup perlu pilihan, terkadang  pemain Indonesia tidak bisa fokus dalam bekerja, pemain sepakbola saja  masih harus memikirkan bagaimana mengurusi perkebunannya di lahannnya,  bandingkan dengan di luar negeri, sekali mereka memilih sepakbola  menjadi pekerjaannya, itulah yang akan ia lakukan sepanjang karirnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;4.Pengelolaan dan jaminan pemain tentang masa depannya, sehingga  pemain tidak perlu kwatir akan kehilangan pemasukan usai ia selesai  menjadi pemain bola(namun ini relatif), tergantung masing-masing  kecerdikan seorang pemain dalam mengelola keuangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;5.Dan yang paling vital adalah sistem kompetisi dan fairplay dari  setiap pemain,manajemen,wasit, PSSI, serta dukungan semua pihak termasuk  supporter.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;6.Berlatih mental juara dan optimisme tinggi, inilah yang perlu di  perbaiki dan di kembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saat ini tidak sedikit pemain-pemain asal Indonesia yang bermain  sepakbola di luar negeri, hal ini karena berbagai hal antaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;-Mengikuti orang tua&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;-Kompetisi sepak bola luar negeri lebih baik dan menjanjikan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;-Tidak adanya masa depan yang jelas di dalam negeri&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;-Pemain sadar, bahwa dengan bermain di luar negeri kemampuannya akan  lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tulisan di atas hanya sekedar opini, dan teori semata jika baik  silahkan di resapi bersama-sama, namun jika mengandung kontroversi  silahkan di beri masukkan dan komentar, Salam Damai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-3650850693353720329?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/3650850693353720329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/mari-belajar-dari-semangat-team-spanyol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/3650850693353720329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/3650850693353720329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/mari-belajar-dari-semangat-team-spanyol.html' title='Mari Belajar dari Semangat team Spanyol'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-5372788746410273595</id><published>2010-07-07T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Meski Timnas Tak ikut Piala Dunia, Antusiasme Supporter Indonesia paling Tinggi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://farm5.static.flickr.com/4115/4763328756_6f3e8c2762.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4115/4763328756_6f3e8c2762.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Antusiasme penonton televisi di Indonesia terhadap Piala Dunia 2010 di  Afrika Selatan sangat tinggi. Pada babak penyisihan grup, Kamis (24/6),  Indonesia sempat tercatat sebagai negara dengan tingkat pemirsa televisi  tertinggi pada tayangan laga piala dunia daripada 32 negara lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hasil survei Nielsen menunjukkan, sekitar 47 persen penonton televisi  Indonesia menyaksikan laga Piala Dunia, Kamis lalu, pada pertandingan  Ghana melawan Jerman, Australia versus Serbia, Slowakia versus Italia,  dan Paraguay melawan Selandia Baru. Jumlah ini merupakan yang tertinggi  diikuti Serbia (45,8 persen), Italia (45,6 persen), Afrika Selatan (43  persen), dan Yunani (42,5 persen).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hari ketiga&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada hari ketiga Piala Dunia 2010, Minggu (13/6) , Indonesia  masuk peringkat keempat terbesar dari 32 negara di dunia yang gemar  menonton siaran langsung Piala Dunia. Selama babak penyisihan grup,  tercatat sekitar 49,2 persen penonton televisi di Indonesia menyaksikan  laga olahraga bergengsi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Head of Corporate Marketing Communication Nielsen Indonesia Maika  Randini mengatakan, pada awal Piala Dunia, tingkat kepemirsaan Piala  Dunia di televisi Indonesia berada pada urutan keempat di bawah Serbia,  Slovenia, dan Kroasia. ”Meski tak lolos menjadi peserta Piala Dunia  2010, gairah masyarakat Indonesia menonton Piala Dunia tetap tinggi,”  ujarnya, Selasa (29/6) di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada hari ketiga Piala Dunia, tingkat kepemirsaan televisi Piala  Dunia tertinggi terjadi di Serbia (55,5 persen), Slovenia (53,4 persen),  Kroasia (49,9 persen), Indonesia (49,2) persen, Korea Selatan (48,3  persen), dan Afrika Selatan (45,6).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terbanyak&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh rangkaian laga Piala Dunia, pertandingan antara Portugal  dan Brasil yang berakhir imbang mampu menyedot penonton terbanyak di  Indonesia. Sekitar 4,7 juta penonton televisi di 10 kota besar Indonesia  menyaksikan pertandingan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut Maika, sejumlah pertandingan Piala Dunia berhasil mengalahkan  program-program televisi reguler, seperti sinetron,reality show, hingga  infotainment.&lt;br /&gt;Sejak dibuka pertama kali 11 Juni lalu, pertandingan-pertandingan Piala  Dunia menjadi acara yang paling banyak ditonton. Selama Piala Dunia  berlangsung, rata-rata jumlah penonton televisi meningkat hingga dua  kali lipat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-5372788746410273595?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/5372788746410273595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/meski-timnas-tak-ikut-piala-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5372788746410273595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/5372788746410273595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/meski-timnas-tak-ikut-piala-dunia.html' title='Meski Timnas Tak ikut Piala Dunia, Antusiasme Supporter Indonesia paling Tinggi'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm5.static.flickr.com/4115/4763328756_6f3e8c2762_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-1815158843435437918</id><published>2010-07-07T21:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Bertingkah Menjadi “World Class Soccer Supporter in Johannesburg</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/DSC01833-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="size-medium wp-image-5052" height="225" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/DSC01833-300x225.jpg" title="DSC01833" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Salam Satu Jiwa Untuk Supporter Bola Indonesia Bertingkah laku seperti  “World Class Soccer Supporter World Cup 2010″ Bagaimana bertingkah  seperti mereka: Sopan, respect sama aturan, jauhkan aksi anarkisme dan  bentrokan, respect sama team dan supporter lawan, respect sama  steward/security penyelenggara pertandingan dan ketahui Stadium Conduct  (code etic di Stadion). Apabila hal ini diterpkan tak mustahil Indonesia  bisa sejajar dengan Argentina, Brasil, Spanyol dan negara2 sepakbolanya  maju. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Aturan Legal Yang Harus Dipenuhi; valid passport, visa approval,  return ticket air fare, accomodation, local transport dan guide of world  cup&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Salam Satu Jiwa Untuk Supporter Bola Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bertingkah laku seperti “World Class Soccer Supporter World Cup 2010″&lt;br /&gt;Baca aturan “Prohibited Items at FIFA World Cup Stadium” terlampir dan  Stadium Conduct antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;   1. Datang 2 jam lebih awal,&lt;br /&gt;2. Siapkan ticket,&lt;br /&gt;3. Hanya boleh duduk ditempat yang tertera dalam ticket,&lt;br /&gt;4. Kerja sama saat dilakukan pemeriksaan&lt;br /&gt;5. Jauhkan dari area yang dilarang,&lt;br /&gt;6. Jangan berdiri/duduk ditangga atau tempat orang berjalan,&lt;br /&gt;7. Jangan merokok terkecuali di tempat yang diijinkan&lt;br /&gt;8. Bekerjasama dengan petugas apabila ingin pindah tempat duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ikuti Acara2 dengan supporter lain agar dikenal, contoh foto  terlampir saya mengikuti the funniest dancer soccer Supporter All Over  The World di Rusternburg stadion 26 Jun 2010. Untuk menjalin  persahabatan ditingkat dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4099/4763018380_9127a4341f.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Supporter Aremania  bersama pendukung dari Afsel&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4102/4762381685_eceb7e30bd.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Senyum kebahagiaan  di Afrika&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4099/4763018070_b45176a9d5.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Bersama Supporter  Cantik dari Spanyol&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4134/4762381247_79f61b5a09.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Catatan dari: Seputar Indonesia News 27 Jun 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Harie Pandiono yang membawa bendera kampiun DISL berkibar ke Soccer  City. Pria yang bekerja sebagai Senior Project Admin/Cost Control  Manager Freeport McMoRan Copper &amp;amp; Gold Inc di Kongo (DRC) itu rela  membawa spanduk raksasa bertuliskan ’’Arema Indonesia’’ seberat 12 kg  dengan ukuran 6 x 8 meter ke Afrika Selatan (Afsel). Spanduk supergede  ini sukses dipasang di tribune penonton. Sayang, tak lama berselang  datang polisi dan meminta Harie menurunkan spanduk. Alasannya:  mengganggu orang lain karena menjuntai melewati tinggi tribune. Namun,  polisi membiarkan Harie melambai-lambaikan bendera Arema sepanjang laga  Los Albicelestes, julukan Argentina, kontra El Tri––julukan Meksiko.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Rasa bangga terpancar jelas di wajah Harie, yang merupakan salah satu  penggemar fanatik klub besar asal Kota Malang itu. Matanya berbinar  ketika menyaksikan bendera Arema bisa bersanding dengan bendera  Argentina dan Meksiko. ”Meski timnas Indonesia gagal di kualifikasi,  yang penting bendera Arema telah ditancapkan,” tandasnya. Penasaran  dengan bendera yang berbeda itu, banyak suporter bahkan ofisial FIFA  bertanya kepada Harie. Setelah dijelaskan bahwa Arema adalah juara DISL,  Harie malah kebanjiran permintaan foto bareng. ’’What is your team?”  tanya seorang suporter Argentina kepada Harie. ”My team is in my heart,  even they not here,” ujar pria berusia 46 tahun itu. Lalu, seorang  wartawan Jepang menghampiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;’’That’s the flag of the Indonesia Crazy Lion (Singo Edan),” ucapnya.  Sehari sebelumnya Harie juga sukses menyebarkan ’’Salam Satu Jiwa’’ di  Stadion Royal Bafokeng. Ketika para pemain Ghana dan Amerika Serikat  saling bunuh untuk tiket ke perempat final, Harie tak lelah mengibarkan  bendera Arema di stadion di Kota Rustenburg itu. Sebelum diterbangkan ke  Afsel, bendera Arema terlebih dahulu mengangkasa di Sudan , Ethiopia ,  dan Ghana . ’’Saya ingin menunjukkan bahwa seorang suporter bisa  mewakili Indonesia di Piala Dunia dengan membawa spanduk dan bendera  klub juara DISL,” ujar Harie, yang menghabiskan USD4.000 sebagai cost  misinya ke Afsel dari DRC.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pemasangan spanduk raksasa Arema di tribune Soccer City dibantu  seorang warga Indonesia, Samuel Tirayoh, yang sengaja datang ke Afsel  untuk menyaksikan laga Piala Dunia 2010. Pesan yang ingin disampaikan  Harie dkk adalah banyak masyarakat Indonesia yang peduli dengan kemajuan  sepak bola nasional.Warga Indonesia rindu terhadap prestasi tim Merah  Putih. Dengan dukungan lebih dari 200 juta penduduk, apakah terlalu  muluk bila menyimpan harapan bisa melihat bendera Indonesia berkibar di  Piala Dunia suatu saat nanti? Only time will tell. (hanna farhana) &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Soccer City 27 Jun 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bendera besar sudah masuk hasil negotiasi alot dengan FIFA security.  Namun inipun berkat bantuan Wartawan Indonesia yang baik hati (Hanna  Seputar Indonesia yang mengusung bendera raksasa 12kg) dan Pak/Ibu  Samuel tukang jepret. Setelah tiba di ring 1 ternyata tidak mudah untuk  mengibarkan, baru difoto diluar sudah dikerubuti security ada sekitar 5 –  6 security minta dengan sopan agar tidak dibawa masuk atau dikibarkan  didalam meskipun mencuri-curi akhirnya bisa masuk dan dipasang sebentar  atas kebaikan seorang polisi disisi timur dan boleh dikibarkan tak lebih  dari 10 menit untuk difoto. Kalau dipaksakan terus melanggar peraturan  FIFA bisa kena band dan dideportasi ke Indonesia . Ingat2 29 supporter  Argentina yang memaksakan akhirnya mereka dideportasi juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bendera raksasa sempat berkibar dan difoto diluar (foto segera  dikirim) namun dengan terpaksa harus dilipat. Ayas sendiri kecewa, namun  inilah hasil akhir perjuangan. Setelah gagal dicoba dikibarkan abis  pertandingan itupun hanya diberi waktu beberapa menit (kurang dari 15)  padahal mengibarkan bendera yang idealnya minimum 5 orang cuma sendiri  memang berat. Cukup puas meskipun tidak sempurna pengibaran ini, dicoba  lagi di Brasil 2014 dengan peserta minimum 5 orang.&lt;br /&gt;Bersahabat dengan Supporter Argentina&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ramos dari Wartawan Radio/TV mundial PASIONDEPORTIVA ARGENTIA,  bertukar kaos dan mengibarkan bendera Arema-Indonesia didepan Soccer  City Stadion. Shot dan bernyanyi lagu Argentina dan Lagu2 Aremania akan  dimasukkan program siaran Nasional untuk supporter di Argentina. Ramos  janji setelah pulang dari Cape Town akan meload video itu. Dua wartawan  gila Argentina ini juga berharap Aremania bisa menyontoh lagu2 Tim  Nasional Argentina untuk Arema-Indonesia;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;VAMOS VAMOS ARGENTINA&lt;br /&gt;VAMOS VAMOS A GANAR&lt;br /&gt;QUE ESTA BANDA IGRILOMBERA&lt;br /&gt;NO TE DEJA, NO TE DEJA&lt;br /&gt;DE ALENTAR…..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ramos berjanji akan link web site www.aremafc. com (saya kasih aja  yang ini) untuk di link di websitenya dia. Arema dan Indipidiente adalah  Champion Liga 2010 dinegaranya masing masing bahkan teman ramos  menunjukkan tato indipidiente. Hebatnya waktu mereka ke SA semua pakai  baju Nasional Argentina. Beda dengan Arema-Indonesai tetap baju Arema.&lt;br /&gt;Dipinjami Topi Supporter Mexico&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Supporter Mexico yang paling tertarik setelah membaca  Arema-Indonesia minta foto bareng karerna Indonesia tidak masuk  kualifikasi tetapi semangat persahabatan nonton Bola hingga ke Dunia.  Orang Mexico bilang, disana sepak bola sudah seperti air yang harus  diminum tiap hari. Tanpa sungkan2 Meminjamkan topinya untuk dipakai foto  bersama mereka. Disaat yang sama datang pula supporter Argentina  jadilah kita foto bareng. Bisa dilihat betapa Sejajarnya Mexico,  Arema-Indonesia dan Argentina paling tidak dilevel supporter dan fanatik  terhadap bola. Bedanya mereka ditimnasional, sedangkan Arema tidak  memiliki wakil dari Timnas Indonesia di World Cup.&lt;br /&gt;Bapak Dari Honduras dan Arema berfoto bareng di Soccer City kita  bertukar pikiran tentang sepak bola denegara masing2. Hebatnya Honduras  lolos meskipun dengan penduduk jauh dibawah Indonesia. Supporter  Honduras minta alamat email dsb untuk disampaikan salam ke semua pecinta  sepakbola di Honduras dari Arema-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Eduardo Supporter Brasil           &lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Eduardo Lintz, MD Supporter Fanatik dari Brasil AAPP F.C. di Brasil  meskipun bukan club juara tahun ini tapi tetap dipakai kaos kebesarannya  saat mendukung Timnas Brasil bedanya dia dirangkapi baju Timnas.  Eduardo hádala seorang dokter di Plastic and Reconstructive Surgery Ivo  Pitanguy Insstitute’s Instructor. Eduardo juga mengambila beberapa foto  untuk Tim favoritnya di Liga Brasil pertemuannya dengan sesame supporter  Fanatik dari Arema-Indonesia&lt;br /&gt;Belajar menjadi supporter Tingkat Dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Arema-Indonesia relajar banyak tentang kode etik dan tata cara  mensupport tim sepak bola untuk Tingkat Dunia (FIFA). Ada banyak aturan  sekitar 20 item namun yang paling mendasar adalah; sopan, tidak rasis,  tanpa alcohol, tanpa bendera 2m x 1.5m dilarang, no drugs, no  promotional or commercial materil (seperti iklan terselubung dari  penonton), no animals, no umbrellas, no gas spray cans, corosiver or  anything that Could couse FIRE, no object which could compromise public  safety. Berdiri ditempat berjalan orang saja diusir sama Stewarship,  penggeledehan dengan ketat dan di scan seperti masuk ke Airport.  Supporter yang nekat berbuat tidak sopan langsung diambil dan dibawa ke  kantor polisi (contohnya melempar gulungan kertas oleh Supporter  Argentina), diproses secara hokum bahkan dideportasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;kenegaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Tiap tempat duduk ada identias passport dan detail  alamat penonton. Tidak ada makian atau cacian antara supporter, meskipun  kalah ( USA ) juga biasa meninggalkan stadion dengan tenang tanpa ada  kerusuhan dan bakar2an.&lt;br /&gt;Kapan kita Timnas Indonesia sejajar dengan Argentina, Brasil atau  Mexico? Kapan juga Supporter Indonesia bisa belajar dari World Cup untuk  tidak saling memukul hanya karena beda costum?. Sudah saatnya  penyelenggar a bola di Indonesia (PSSI) belajar dari Arema-Indonesia  bagaimana mampu ke Tingkat Dunia dengan kantong sendiri. Belajar  professional untuk Supporter bagaimana menonton dengan hati yang  tenteram bagi semua orang…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-1815158843435437918?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/1815158843435437918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bertingkah-menjadi-world-class-soccer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/1815158843435437918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/1815158843435437918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bertingkah-menjadi-world-class-soccer.html' title='Bertingkah Menjadi “World Class Soccer Supporter in Johannesburg'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm5.static.flickr.com/4099/4763018380_9127a4341f_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-8252373050447517714</id><published>2010-07-07T21:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Arema Indonesia Tancapkan Sejarah di FIFA World Cup Soccer City</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-S1J Bendera besar sudah masuk hasil negotiasi alot dengan FIFA security.  Namun inipun berkat bantuan Wartawan Indonesia yang baik hati (Hanna  Seputar Indonesia yang mengusung bendera raksasa 12kg) dan Pak/Ibu  Samuel tukang jepret. Setelah tiba di ring 1 ternyata tidak mudah untuk  mengibarkan, baru difoto diluar sudah dikerubuti security ada sekitar 5 –  6 security minta dengan sopan agar tidak dibawa masuk atau dikibarkan  didalam meskipun mencuri-curi akhirnya bisa masuk dan dipasang sebentar  atas kebaikan seorang polisi sebelum lampu dipadamkan. Kalau dipaksakan  melanggar peraturan FIFA bisa kena band dan dideportasi ke Indonesia .  Ingat2 29 supporter Argentina yang memaksakan akhirnya mereka  dideportasi juga. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Bendera raksasa sempat berkibar dan difoto diluar (foto segera  dikirim) namun dengan terpaksa harus dilipat. Ayas sendiri kecewa, namun  inilah hasil akhir perjuangan. Setelah gagal dicoba dikibarkan abis  pertandingan itupun hanya diberi waktu beberapa menit (kurang dari 15)  padahal mengibarkan bendera yang idealnya minimum 5 orang cuma sendiri  memang berat. Cukup puas meskipun tidak sempurna pengibaran ini, dicoba  lagi di Brasil 2014 dengan peserta minimum 5 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="640" src="http://farm5.static.flickr.com/4100/4763328892_a3a3936984_z.jpg" width="520" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4115/4763328756_6f3e8c2762.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Berbaur dengan Supporter Argentina&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4119/4763328418_c9cb628644.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Bahkan Bendera Bule itu sendiri tidak di kibarkan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4140/4763329010_674df82ee0.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Turis asing menyempatkan melihat bendera Arema&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_5059" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-5059" height="333" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/aremania_south_afrika.jpg" title="aremania_south_afrika" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Mungkin mas ini mengharap Arema tampil di Piala Dunia, tapi mungkinkah?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4140/4762690135_f6d38993b0.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Beautiful and Handsome&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4096/4762690031_4c6cc50430.jpg" width="500" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;Semangat arema dan semangat Afrika&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" height="333" src="http://farm5.static.flickr.com/4121/4763327374_1e41f3307d.jpg" width="500" /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bersahabat dengan Supporter Argentina&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ramos dari Wartawan Radio/TV mundial PASIONDEPORTIVA ARGENTIA,  bertukar kaos dan mengibarkan bendera Arema-Indonesia didepan Soccer  City Stadion. Shot dan bernyanyi lagu Argentina dan Lagu2 Aremania akan  dimasukkan program siaran Nasional untuk supporter di Argentina. Ramos  janji setelah pulang dari Cape Town akan meload video itu. Dua wartawan  gila Argentina ini juga berharap Aremania bisa menyontoh lagu2 Tim  Nasional Argentina untuk Arema-Indonesia;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; VAMOS VAMOS ARGENTINA&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;VAMOS VAMOS A GANAR&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;QUE ESTA BANDA IGRILOMBERA&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;NO TE DEJA, NO TE DEJA&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;DE ALENTAR…..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Ramos berjanji akan link web site www.aremafc.com (saya kasih aja  yang ini) untuk di link di websitenya dia. Arema dan Indipidiente adalah  Champion Liga 2010 dinegaranya masing masing bahkan teman ramos  menunjukkan tato indipidiente. Hebatnya waktu mereka ke SA semua pakai  baju Nasional Argentina. Beda dengan Arema-Indonesai tetap baju Arema.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dipinjami Topi Supporter Mexico&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Supporter Mexico yang paling tertarik setelah membaca  Arema-Indonesia minta foto bareng karerna Indonesia tidak masuk  kualifikasi tetapi semangat persahabatan nonton Bola hingga ke Dunia.  Orang Mexico bilang, disana sepak bola sudah seperti air yang harus  diminum tiap hari. Tanpa sungkan2 Meminjamkan topinya untuk dipakai foto  bersama mereka. Disaat yang sama datang pula supporter Argentina  jadilah kita foto bareng. Bisa dilihat betapa Sejajarnya Mexico,  Arema-Indonesia dan Argentina paling tidak dilevel supporter dan fanatik  terhadap bola. Bedanya mereka ditimnasional, sedangkan Arema tidak  memiliki wakil dari Timnas Indonesia di World Cup.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bapak Dari Honduras dan Arema berfoto bareng di Soccer City kita  bertukar pikiran tentang sepak bola denegara masing2. Hebatnya Honduras  lolos meskipun dengan penduduk jauh dibawah Indonesia. Supporter  Honduras minta alamat email dsb untuk disampaikan salam ke semua pecinta  sepakbola di Honduras dari Arema-Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Eduardo Supporter Brasil&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Eduardo Lintz, MD Supporter Fanatik dari Brasil AAPP F.C. di Brasil  meskipun bukan club juara tahun ini tapi tetap dipakai kaos kebesarannya  saat mendukung Timnas Brasil bedanya dia dirangkapi baju Timnas.  Eduardo hádala seorang dokter di Plastic and Reconstructive Surgery Ivo  Pitanguy Insstitute’s Instructor. Eduardo juga mengambila beberapa foto  untuk Tim favoritnya di Liga Brasil pertemuannya dengan sesame supporter  Fanatik dari Arema-Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Belajar menjadi supporter Tingkat Dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Arema-Indonesia relajar banyak tentang kode etik dan tata cara  mensupport tim sepak bola untuk Tingkat Dunia (FIFA). Ada banyak aturan  sekitar 20 item namun yang paling mendasar adalah; sopan, tidak rasis,  tanpa alcohol, tanpa bendera 2m x 1.5m dilarang, no drugs, no  promotional or commercial materil (seperti iklan terselubung dari  penonton), no animals, no umbrellas, no gas spray cans, corosiver or  anything that Could couse FIRE, no object which could compromise public  safety. Berdiri ditempat berjalan orang saja diusir sama Stewarship,  penggeledehan dengan ketat dan di scan seperti masuk ke Airport.  Supporter yang nekat berbuat tidak sopan langsung diambil dan dibawa ke  kantor polisi (contohnya melempar gulungan kertas oleh Supporter  Argentina), diproses secara hokum bahkan dideportasi kenegaranya. Tiap  tempat duduk ada identias passport dan detail alamat penonton. Tidak ada  makian atau cacian antara supporter, meskipun kalah (USA) juga biasa  meninggalkan stadion dengan tenang tanpa ada kerusuhan dan bakar2an.&lt;br /&gt;Kapan kita Timnas Indonesia sejajar dengan Argentina, Brasil atau  Mexico? Kapan juga Supporter Indonesia bisa belajar dari World Cup untuk  tidak saling memukul hanya karena beda costum?. Sudah saatnya  penyelenggara bola di Indonesia (PSSI) belajar dari Arema-Indonesia  bagaimana mampu ke Tingkat Dunia dengan kantong sendiri. Belajar  professional untuk Supporter bagaimana menonton dengan hati yang  tenteram bagi semua orang…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-8252373050447517714?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/8252373050447517714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/arema-indonesia-tancapkan-sejarah-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8252373050447517714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8252373050447517714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/arema-indonesia-tancapkan-sejarah-di.html' title='Arema Indonesia Tancapkan Sejarah di FIFA World Cup Soccer City'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm5.static.flickr.com/4100/4763328892_a3a3936984_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-3622100895396715591</id><published>2010-07-07T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T19:21:08.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tribun'/><title type='text'>Memperingati 10 Tahun Hari Supporter Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_5073" style="width: 310px;"&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/supporter_indonesia_damai-300x249.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="size-medium wp-image-5073" height="249" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/supporter_indonesia_damai-300x249.jpg" title="supporter_indonesia_damai" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;- Gelora fanatisme nampaknya telah melekat di dalam setiap  relung pecinta sepak bola tanah air, terbukti dari banyaknya pendukung  dari setiap kesebelasan di setiap daerahnya, istilah pendukung sepakbola  lebih populer di sebut dengan “Supporter”/”Suporter”, yang memiliki  arti dukungan/mendukung team kebanggaanya untuk menjadi yang terbaik  dari yang terbaik, di Indonesia tidak ada team yang tidak memiliki  pendukung, hampir keseluruhannya telah memiliki orang-orang yang  menyebut dirinya Supporter. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Supporter Indonesia juga telah mendapat predikat supporter paling &lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/baca/25/03/2010/top-10-most-football-fanatic-supporters-in-the-world.html"&gt;&lt;strong&gt;fanatik  nomor 3&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;setelah Ingggris dan Argentina, gairah pendukung  dari Indonesia terasa getarannya tiap kali team dari daerah bermain,  seluruh penduduk seolah memilih mendukung team dari daerahnya daripada  melakukan aktifitas lainya, rasa bangga dan haru bersatu kala  puluhan,ratusan,ribuan dan bahkan puluhan ribu pendukung bersatu menjadi  satu di dalam stadion untuk bernyanyi bersama dan bercengkerama dan  bersama mendendangkan”Yo Ayo..Ayo..Teamku..Sore Ini kita harus menang”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berkumandang dan berdendang di iringi tarian dan lautan ombak”buatan”  dari tangan-tangan ribuan supporter yang terus memutar hingga dirasa  cukup oleh mereka dan sang Konduktor Tribun, dan inilah Supporter  Indonesia yang sangat fanatik dan bergairah dalam setiap memberikan  dukungan, pendukung merupakan aset terbesar dari sebuah team, selain  untuk memotifasi team mereka(Supporter) adalah tempat untuk mendulang  profit dari setiap penjualan tiket dan keuntungannya di peruntukan untuk  keberlangsungan team itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Di Indonesia ada empat Supporter yang memang sering (bahkan)  berpengaruh bagi supporter lain karena kekompakan, jumlah dukungan, dan  terkadang karena anarkismenya, mereka adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;1.Aremania(Malang)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;2.Viking/Bobotoh(Bandung)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;3.Bonekmania(Surabaya)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;4.Jakmania(Jakarta)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari merekalah suasana persaingan terlihat nyata dan begitu  berpengaruh, namun masih banyak lagi persaingan yang juga tak kalah  hebat dari mereka, seperti persaingan Banaspati(Jepara) dengan  SNEX(Semarang), antara Slemania(Sleman) dengan Brajamusti(Jogja) dan  persaingan-persaingan dari setiap wilayah yang daerahnya tidak terlalu  jauh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pertemuan antar Supporter sudah pernah di gelar, di Malang terjadi  pertemuan Indonesia Damai 1 dan Indonesia Damai 2, dimana di harapkan  dari pertemuan tersebut dapat menyatukan persepsi dan menghindari  konflik yang dapat mengakibatkan terjadinya gesekan yang dapat  menimbulkan korban(Cacat dan Jiwa).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dan yang terakhir adalah &lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/baca/30/03/2010/kumpul-kumpul-supporter-indonesia.html"&gt;&lt;strong&gt;Kumpul-Kumpul  Supporter Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang penyelenggaraannya masih di  tempat yang sama, yakni Kota Malang bertepatan dengan agenda, &lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/baca/29/03/2010/agenda-kongres-sepak-bola-nasional-ksn.html"&gt;&lt;strong&gt;KSN&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;  =Kongres Sepak Bola Nasional, perlu di ketahui juga KSN sendiri awalnya  di harapkan oleh banyak pihak agar Sepak Bola Indonesia dapat lebih  baik lagi dengan mengeluarkan keputusan mengganti kepengurusan Pucuk  Pimpinan PSSI dan jajarannya, namun apa yang terjadi, harapan banyak  pihak itu tidak terlaksana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 2010   genap berusia 80 tahun. Organisasi sepak bola nasional yang didirikan di   Yogyakarta pada 1930 oleh Soeratin Sosrosoegondo ini jauh lebih tua   ketimbang Republik Indonesia, yang baru 64 tahun merdeka. Negeri ini   mengenal sepak bola melalui pendudukan bangsa asing. Dan sepak bola   pulalah yang juga menjadi alat perjuangan mencapai kemerdekaan. Meski  sudah berjalan panjang, PSSI dan sepak bola Indonesia ternyata  belum  menemukan keindahannya. Catatan hidup PSSI diwarnai kerusuhan,   perkelahian pemain, dan hancurnya performa tim nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dengan sepak bola dapat menyatukan antar antar pendukung dan antar  Supporter, seperti Aremania dengan Jakmania,  Pasoepati,Slemania,Banaspati,Singamania, namun juga menjadikan harmoni  permusuhan mereka dengan Viking,Bonekmania. yang hingga sekarang masih  terjalin seperti itu, ada pula yang mengatakan ungkapan “Nakal” justru  dengan permusuhan inilah sepak bola Indonesia lebih terasa greget, hemm…  setujukah kalian dengan ungkapan seperti itu? dan bagaimana jika  saudara anda atau anda sendirilah yang menjadi korban dari permusuhan  itu? masih bisakah kalian menerima ungkapan dan teori semacam itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Hari Supporter Indonesia pertama kali di cetuskan pada 12 Juli 2000,  oleh perwakilan beberapa kelompok Supporter di kantor redaksi harian  (Bola) Jakarta, di cetuskannya ide tersebut dengan harapan dapat  menjadikan supporter menjadi lebih dewasa dan memaknai setiap  perjalanannya menjadi lebih baik, dan kini sudah 10 tahun(pada 12 Juli  2010) kita akan bersama memperingati momentum hari jadi ini, sudahkan  kita saling intropeksi diri dengan ikhtikad pribadi? karena dengan di  mulainya dari pribadi kita, tentu saja akan mempengaruhi jiwa  keseluruhan supporter di Indonesia. Mari memaknai hari jadi Supporter  Indonesia sebagai momentum kebangkitan bahwa kita bisa menjadi lebih  baik dan bisa bersama-sama dengan supporter lain untuk saling  bercengkerama di satu stadion yang sama, bernyanyi dan berangkulan untuk  mendukung team kesebelasan kita, tak perlu risau akan terjadi  pertikaian. Selamat Hari Supporter Indonesia, dan Salam Damai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-3622100895396715591?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/3622100895396715591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/memperingati-10-tahun-hari-supporter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/3622100895396715591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/3622100895396715591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/memperingati-10-tahun-hari-supporter.html' title='Memperingati 10 Tahun Hari Supporter Indonesia'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-8343421535961087612</id><published>2010-07-07T21:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T21:34:28.174-07:00</updated><title type='text'>Bendera Persiba berkibar di Afrika Selatan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Sekalipun Indonesia tidak tampil di Piala Dunia 2010 di  Afrika Selatan (Afsel), namun hal tersebut tidak menurunkan semangat  masyarakat Indonesia untuk menyaksikan aksi bintang-bintang sepakbola  dunia. Fanatisme akan olahraga sepakbola ini pun rupanya membawa A’ang  Aristian untuk hadir langsung ke Afsel menyaksikan langsung pertandingan  Piala Dunia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4119/4762337453_068c484c87.jpg" width="500" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img alt="" height="375" src="http://farm5.static.flickr.com/4141/4762973542_6447575475.jpg" width="500" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;A’ang Aristian adalah pria asal Balikpapan yang berdomisili di  kawasan Jembatan Maryati, Gunung Sari Balikpapan. A’ang juga merupakan  anggota Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik). “A’an mendapat  kesempatan untuk menyaksikan langsung Piala Dunia di Afsel bersama Coca  Cola,” jelas Suwanto, Ketua Balistik.&lt;br /&gt;Menurut Anto, menjelang keberangkatannya ke Afsel, A’ang sempat sowan ke  pengurus Balistik dan meminta izin untuk mengenakan kostum suporter  Balistik dan membawa bendera Persiba Balikpapan selama berada di Afsel.&lt;br /&gt;Dan di tengah ribuan suporter sepakbola dunia di stadion Soccer City,  A’ang pun sempat mengibarkan bendera Persiba dan mengabadikannya.  “Setidaknya dengan berkibarnya bendera Persiba di Afsel, ini menjadi  motivasi anak bangsa ini dan juga semua suporter Persiba, bahwa suatu  saat nanti Indonesia pun mampu berlaga di Piala Dunia, dan Persiba pun  mampu menjadi tim besar yang bias menyumbangkan pemainnya di Timnas  Indonesia,” tandas Anto.&lt;br /&gt;A’an bertolak ke Afsel pada 26 Juni lalu dan sempat menyaksikan laga  perempatfinal antara Paraguay v Jepang, dan juga tidak melepas  kesempatan big match babak delapan besar antara Jerman v Argentina,  kemarin.(san)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;SALAM SATU BANGSA..MERDEKA&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-8343421535961087612?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/8343421535961087612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bendera-persiba-berkibar-di-afrika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8343421535961087612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/8343421535961087612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/bendera-persiba-berkibar-di-afrika.html' title='Bendera Persiba berkibar di Afrika Selatan'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm5.static.flickr.com/4119/4762337453_068c484c87_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5005885193868029290.post-7761337480677829138</id><published>2010-07-07T21:30:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T21:30:59.101-07:00</updated><title type='text'>Timnas Indonesia! Kapan kalian buat Bangsa ini bangga</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/timnas_indonesia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="size-full wp-image-5046" height="252" src="http://www.supporter-indonesia.com/wp-content/uploads/timnas_indonesia.jpg" title="timnas_indonesia" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Tribun&lt;/b&gt;-Bangsa Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk tidak  sedikit, negara dari sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau nan  indah membentang luas di Bumi Katulistiwa ini, terlebih masyarakatnya  paling demam dengan olah raga bernama sepak-bola, entah kenapa bangsa in  belum memiliki sebuah timnas yang bisa membuat bangga seluruh  masyarakatnya, yang ada justru membuat kecewa seluruh pendukungnya,  prestasi? hemm..jangan di omongkan, itu masih menjadi hal yang aneh di  negri ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lantas apa yang membuat timnas ini belum bisa berbuat banyak ?  sebenarnya dalam sejarah Indonesia tercatat sebagai team yang menakutkan  di Asia”itu dulu” sekarang bak macan ompong yang tidak bisa menggigit  makanan yang ada di depannya, banyak potensi berbakat di negeri ini yang  sebenarnya bisa memberikan yang terbaik, namun kenapa? sekarang timnas  Indonesia justru semakin lama semakin di permak oleh team -team dari  negara asia lainnya? bicarakan saja Asia Tenggara, belum mampu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kompetisi yang bergulir belum bisa memunculkan orang-orang yang mampu  mengangkat prestasi timnas, sebuah polemik yang hugh.. membuat sesak  nafas aja jika melihatnya, kapan dan siapa yang mampu membawa timnas  kita menjadi lebih baik? jawabanya ada dalam diri kita masing-masing,  dari kita masih saja menjadi orang-orang pesimistis yang tidak pernah  mencoba tampil berani dan mengatakan! Ya.. Indonesia(saya ) pasti bisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Masih banyak yang mengatakan Indonesia tak akan pernah bisa  memunculkan timnas handal, yang ada kita selalu menyalahkan yang lain,  nah,.,mesti selalu tertuju kepada PSSI, itu selalu jadi kambing hitam  kegagalan timnas, apakah memang semua kesalahan dari sana? tentu tidak  bukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kita ini masih belum cukup mengerti dan berani menjadi yang terbaik,  malah terkadang sudah cepat puas dengan satu prestasi saja, ah..  ingatlah itu Piala Asia 2007, timnas kita di katakan baik, dan supporter  di katakan kompak, hemm itu hanya tampang saja yang tidak ada isinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Usai itu? tak ada apa-apanya, bahkan tidak menembus final, PSSI dan  EO(Even Organizer) masih sibuk bagaimana mendatangkan Manchester United  agar bisa tampil melawan Timnas, bukan justru bagaimana timnas kita bisa  berbicara banyak di kancah yang lebih tinggi, asia tenggara saja  misalnya, kapan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5005885193868029290-7761337480677829138?l=gilabola80-cornerkick.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/feeds/7761337480677829138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/timnas-indonesia-kapan-kalian-buat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/7761337480677829138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5005885193868029290/posts/default/7761337480677829138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gilabola80-cornerkick.blogspot.com/2010/07/timnas-indonesia-kapan-kalian-buat.html' title='Timnas Indonesia! Kapan kalian buat Bangsa ini bangga'/><author><name>gilabola</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08661416200397705826</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RYFKYnGuH8Y/TX3ZWFH4uXI/AAAAAAAABVQ/BHoaTo4b4BQ/s220/DSC01254.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
